Tujuh Warga Pasar Melintang Masih Tuntut Ganti Rugi Lahan untuk Tol

Informasi yang dikumpulkan ada tujuh orang lagi warga yang saat ini masih mengharapkan ganti rugi.

Tujuh Warga Pasar Melintang Masih Tuntut Ganti Rugi Lahan untuk Tol
TRIBUN MEDAN/INDRA GUNAWAN SIPAHUTAR
Lamhot Sihombing Warga Desa Pasar Melintang Kecamatan Lubukpakam Kabupaten Deliserdang. 

TRIBUN-MEDAN.com- Hingga saat ini warga Desa Pasar Melintang Kecamatan Lubukpakam, Deliserdang yang tanahnya terkena dampak dari pembangunan jalur tol masih menuntut agar pihak Pemerintah dapat segera mengganti rugi lahan mereka yang belum dibayar.

Informasi yang dikumpulkan ada tujuh orang lagi warga yang saat ini masih mengharapkan ganti rugi.

Satu di antaranya itu adalah Lamhot Sihombing (43).

Lamhot menceritakan ia datang ke kantor DPRD lantaran mengharapkan dewan bisa Ikut campur dan membantu mereka mendapatkan ganti rugi. Disebut kalau dulunya mereka sudah pernah mendapatkan ganti rugi dimana untuk perantai tanah mereka dibayar Rp 56 juta dan ini sudah ia terima termasuk juga diterima oleh warga lainnya. Dikatakan saat ini ada sekitar 415 meter persegi lagi lahannya yang belum dibayar dan ini berada di sini kanan dan kiri jalur tol.

" Luas 415 meter persegi itu hasil hitungan BPN. Jadi di desa Pasar Melintang ada 7 orang kami yang belum dapat penyelesaian ganti rugi. Kalau tanah saya itu ada yang sawah dan ada yang darat. Dulu kata orang JMKT (Jasa Marga Kualanamu Tol) akan dibayar setelah selesai pekerjaan. Itu tahun 2016 lah dijanjikan sama kami tapi sampai sekarang apapun tidak,"ujar Lamhot.

Ia menyebut datang ke DPRD untuk mengetahui bagaimana perkembangan aduan mereka yang dibuat ke Komisi A. Disebut sudah dari bulan Februari 2018 surat mereka masukkan namun hingga kini belum juga ada tindaklanjut. Petani yang mempunyai empat orang anak ini menyebut tanahnya itu memiliki surat lengkap.

"Sekarang ini tanah saya dan yang lainnya itu sekarang sudah kena pagar sama orang tol. Makanya kami ngadu ke dewan tapi dihubungi saja pun udah payah dewannya sekarang. Ke JMKT sudah pernah juga kami sampaikan kalau sisa tanah kami yang belum dibayarkan akan dibayarkan tapi kalau ditanya hanya dijawab kami hanya pekerja gitu saja,"kata Lamhot.

Selain mengharapkan dewan, Lamhot juga ingin agar Pemkab Deliserdang dapat memberikan perhatiannya. Dianggap kalau masalah ini sudah terlalu lama lantaran untuk jalur tol kawasan Lubukpakam seluruhnya sudah selesai dikerjakan. Disebut kalau warga sudah lelah menunggu janji untuk membayar ganti rugi.

Direktur Teknik PT JMKT, Agus Choliq yang dikonfirmasi mengenai hal ini mengatakan kalau sebenarnya ini adalah masalah lama. Disebut kalau pihaknya siap untuk membantu dan memfasilitasi warga untuk mendapatkan ganti rugi dari Kementerian PUPR. Ia berpendapat kalau warga selama ini tidak dapat menunjukkan surat-suratnya.

"Itu masalah lama, sekarangkan yang kita tanya itu suratnya mana?, suratnya mana?. Yang ganti rugi nantikan Kementerian PUPR nanti kalau ada suratnya kami yang antar. Tunjukin ke kita lah, mana suratnya enggak bisa dikasih tunjuk,"kata Agus.

Ia menyebut kalau saat ini hanya tinggal masyarakat Desa Pasar Melintang saja yang mengaku masih belum menerima ganti rugi seluruhnya. Ia berjanji jika memang masyarakat dapat menunjukkan kelengkapan surat-surat pihaknya siap untuk membantu. " Sayakan enggak mungkin lepas gitu saja. Kalau masalahnya sama BPN ya nanti bisa kita bantu,"katanya.

(dra/tribun-medan)

Penulis: Indra Gunawan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved