Begini Keseharian Kakek Tertua di Dunia! Istri dan Anaknya Meninggal Umur 100 Tahun Lebih

Berdasarkan penjelasan dari anaknya, saat ini Pawit berusia 154 tahun.

Begini Keseharian Kakek Tertua di Dunia! Istri dan Anaknya Meninggal Umur 100 Tahun Lebih
TRIBUN MEDAN/INDRA GUNAWAN SIPAHUTAR
Kakek Pawirorejo alias Kek Pawit berusia 154 tahun foto bersama anaknya, Sutrisno. 

TRIBUN-MEDAN.com - Mendapat umur yang panjang menjadi doa banyak orang. Satu diantara orang yang menerima anugerah umur panjang dari Tuhan itu adalah Pawirorejo.

Saat ini disebut-sebut kalau pria yang akrab dipanggil kakek Pawit ini merupakan salah satu orang tertua di dunia.

Berdasarkan penjelasan dari anaknya, saat ini Pawit berusia 154 tahun.

Kakek Pawit ini tinggal di rumahnya Gang Bersama Lingkungan II Kelurahan Tualang Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai. Sudah dua bulan terakhir kondisi kesehatannya menurun. Jika sebelumnya ia masih bisa berjalan dan duduk di teras rumah namun pada saat ini ia hanya bisa terbaring di tempat tidur.

Pawit saat ini diurusi oleh anaknya yang ke 10 bernama Sutrisno yang usianya 63 tahun. Sutrisno sebenarnya sudah mempunyai rumah sendiri dan menetap di Desa Karang Anyar yang tidak jauh dari rumah Pawit. Namun dua tahun belakangan Sutrisno beserta istri dan satu orang anaknya tidak lagi menetap di rumahnya karena lebih memilih tinggal bersama Pawit.

Rumah Pawit ini berukuran sekitar 8 x 10 meter. Bagian dindingnya hanya seperempat batu dan sisanya papan yang sudah tua. Rumah ini hanya ada tiga kamar dan di kamar depanlah kamarnya.

Di kamar berukuran 4x3,5 meter itu sudah tersedia WC yang dibuat dengan dinding pembatas 30 cm. Pada saat ini ia sudah tidak bisa lagi diajak untuk berkomunikasi dengan baik. Selain sulit untuk lagi berbicara ingatannya juga sudah menurun. Di samping tempat tidur tuanya itu terlihat kalau ada teh manis. Sementara di bagian bawah tempat tidur ada tong cat bekas yang digunakan untuk tempat kek Pawit buang air kecil.

Kepada Tribun, Sutrisno menyebut kalau untuk buang air besar bapaknya itu harus dibopong karena tidak lagi mampu untuk berjalan. Dua bulan sebelumnya semuanya masih bisa dilakukannya sendiri. Disebut kalau ia merawat bapaknya itu rasa ikhlas.

" Hitungan kami sekarang umurnya sudah 154 tahun gitu. Waktu sehat dulu diakan pernah cerita berapa umurnya. Kalau ibu saya Ponikem dulu pun umurnya panjang karena meninggal diusia lebih dari 100 tahun. Meninggalnya sudah 25 tahun lalu. Bapak saya aslinya itu orang Pacitan Jawa sementara kalau ibu asli orang Galang (Kabupaten Deliserdang),"kata Sutrisno.

Sutrisno sendiri tidak bisa menjabarkan dengan baik sudah berapa cucu dan cicit bapaknya itu. Ia hanya mengingat kalau mereka 13 orang bersaudara dan ia sendiri anak nomor 10. Disebut ada 3 laki-laki dan 10 orang perempuan.

Halaman
12
Penulis: Indra Gunawan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved