Bina Lima Atlet Difabel, Pelatih Tenis Meja NPC Sumut Targetkan Dua Medali Emas pada Peparnas 2020

Setiap atlet tenis meja NPC Sumut sudah rutin berlatih baik yang diprogramkan oleh pelatih maupun latihan secara pribadi.

Bina Lima Atlet Difabel, Pelatih Tenis Meja NPC Sumut Targetkan Dua Medali Emas pada Peparnas 2020
TRIBUN MEDAN/CHANDRA SIMARMATA
Pelatih tenis meja NPC Sumut M Ridwan atau yang akrab disapa Pak Ang Tamimi (kiri) bersama atlet difabel Sumut Susilawati. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Organisasi pembina atlet penyandang disabilitas atau National Paralympic Committee (NPC) Sumatera Utara saat ini membina sebanyak lima orang atlet tenis meja yang tengah dipersiapkan mengikuti Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) di Papua dan Asean Paragames di Manila, Filipina tahun 2020.

Pelatih tenis meja NPC Sumut M Ridwan mengatakan, para atlet tenis meja yang dibina di NPC Sumut saat ini merupakan para penyandang disabilitas atau yang memiliki kecacatan fisik di bagian kaki dan juga tangan.

Untuk kelasnya, kata Ridwan, kelimanya ditempatkan di kelas T4, T5, T7, T8, T9 pada setiap event paralimpik.

"Untuk NPC Sumut ada lima atlet binaan. Nama-namanya Susilawati, Bahder Johan Harahap, Sofyan, Ali Akbar Tarigan, dan S. Subagio. Kelimanya dilatih oleh saya bersama asisten pelatih M.Syahli," ujarnya kepada Tribun Medan, Senin sore (11/2/2019).

Ridwan menjelaskan, untuk menghadapi kompetisi ang sudah di depan mata, setiap atlet tenis meja NPC Sumut sudah rutin berlatih baik yang diprogramkan oleh pelatih maupun latihan secara pribadi.

Selain melakoni latihan rutin, dirinya juga membawa anak asuhnya tersebut untuk latih tanding (sparing) dengan atlet normal dari sejumlah klub tenis meja di Medan untuk menguji kualitasnya kemampuannya masing-masing.

"Rutinnya mereka latihan, Senin, Rabu, Jumat di NPC SUMUT dari pukul 16.00-19.0 malam. Tetapi kalau sudah mau dekat Peparnas Papua nanti saya bawa Try out keliling ke klub tenis meja antara lain PTM Angsapura, PTM Sahabat, PTM Denai, PTM Rodam, jadi saya bawa rutin," terang M Ridwan atau yang akrab disapa Pak Ang Tamimi dilingkungan PTMSI ini.

Lebih lanjut, Ridwan menjelaskan, tujuan dirinya rutin membawa anak asuhnya untuk sparing dengan atlet normal adalah supaya mereka memiliki mental bertanding yang kuat. Dengan sering bertanding dengan atlet normal, menurut Ridwan maka otomatis akan semakin meningkatkan kepercayaan dirinya mereka.

"Tujuannya biar percaya diri mereka, yang normal bisa dihadapi mereka begitu juga yang difabel. Jadi mereka percaya diri untuk memenangkan emas, perak untuk Sumut," jelasnya.

Masih kata Ridwan, dari seluruh atlet binaannya tersebut, Ridwan berharap anak asuhnya akan semakin gigih mempersiapkan diri jelang Peparnas Papua tahun depan. Ridwan pun menargetkan pada Peparnas tahun depan anak asuhnya dapat mendulang dua emas, tiga perak dan empat medali perunggu bagi Sumatera Utara.

"Mereka wajib punya target, kalau tidak punya target tidak saya bawa," tegas Ridwan.

Disinggung mengenai lawan tangguh, Ridwan mengatakan, atlet asal DKI Jakarta, Jatim dan Jawa Barat adalah atlet-atlet yang perlu diwaspadai anak asuhnya.

Namun Lanjut Ridwan, dirinya tetap optimistis anak asuhnya bisa mencapai target tersebut. Apalagi pada kejurnas tenis meja di Bandung  tahun 2018 lalu mereka berhasil mendulang 3 medali emas dan satu perak. Jadi kata Ridwan Dengan target Raihan 2 emas, tiga perak dan empat medali perunggu tersebut, jika tidak bisa meraih juara umum maka pihaknya akan berpeluang meraih juara dua.

"Strateginya saya kasih video (lawan bertanding) untuk dipelajari sama mereka, jadi mereka bisa memahami kelemahan-kelemahan lawan," tandasnya.

(Cr11/Tribun-medan.com)

Penulis: Chandra Simarmata
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved