Edy Rahmayadi Melantik Bupati dan Wakil Bupati Palas, Belasan Orang Minta Dibatalkan

Sebelum dimulai pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Palas, diwarnai penolakan dari belasan orang mengatasnamakan masyarakat Palas.

Edy Rahmayadi Melantik Bupati dan Wakil Bupati Palas, Belasan Orang Minta Dibatalkan
TRIBUN MEDAN/SATIA
Suasana pengunjuk rasa meminta kepada Edy Rahmayadi untuk membatalkan pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Padanglawas, di kantor Gubernur, Jalan Pangeran Diponegoro, Kota Medan, Senin (11/2/2019). 

TRIBUN MEDAN.COM - Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi melantik Bupati dan Wakil Bupati Padanglawas (Palas), Ali Sutan Harahap dan Zarnawi Pasaribu di Aula Raja Inal Siregar, lantai dua, Kantor Gubernur, Jalan Pangeran Diponegoro, Kota Medan, Senin (11/2/2019).

Sebelum dimulai pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Palas, diwarnai penolakan dari belasan orang mengatasnamakan masyarakat Palas.

Massa menggelar aksi demonstrasi di pintu samping Kantor Gubernur, Jalan RA Kartini. Mereka meminta Edy menolak pelantika tersebut untuk dibatalkan, karena Ali Sutan Harahap atau akrab disapa Tongku Sutan Oloan (TSO), banyak terlibat kasus korupsi.

"Berdasarkan hasil konfirmasi rekanan kita waktu 2013 kepada Sekda Palas, bahwa terjadi ketokoran kas keuangan Pemkab Palas senilai Rp 4,7 M sampai hari ini. Beliau (sekda) menyaksikan bahwa Ali Sutan Harahap menggunakan dana tersebut untuk kepentingan pilkada," kata Koordinator Aksi Solidaritas Pemuda Mahasiswa Bersatu Pejuang Palas (SPMBP2), Ahmad Rizky Hasibuan.

Dugaan korupsi kedua, bebernya, dana hibah Pemkab Tapanuliselatan kepada Pemkab Palas senilai Rp2,5 M tahun anggaran 2013, juga sampai hari ini tidak dapat dipertanggungjawabkan. "Dan selanjutnya TSO juga diduga korupsi dalam pembangunan Masjid Agung di Kabupaten Palas. Ini dibuktikan dari hasil audit BPK TA 2015, 2016 dan 2017. Semua permasalahan ini sudah kita sampaikan ke Polda Sumut, sehingga kita diberikan SP2HP dan telah kami laporkan juga ke Komisi III DPR RI," katanya.

Saat TSO dikonfirmasi usai dilantik, membantah keras sejumlah tudingan korupsi kelompok massa dari SPMBP2 itu. "Itu sudah kita proses semua. Dan sudah berjalan sesuai petunjuk dari BPK," katanya.

Mengenai SP2HP dari Polda Sumut atas dugaan korupsi pembangunan Masjid Agung Palas, TSO mengaku belum mengetahuinya. "Belum, belum ada. Oke ya, udah ya, nanti kita tindak lanjuti, masih ada tamu kami," ujarnya menolak berkomentar lebih, sembari wartawan langsung dihadang pihak protokoler Pemkab Palas untuk sesi wawancara tersebut.

Sebelumnya, dalam sambutan usai melantik Bupati dan Wakil Bupati Palas periode 2019-2024, Edy Rahmayadi berpesan bahwa momen pelantikan adalah langkah awal bekerja bagi keduanya untuk mengabdi kepada masyarakat.

"Bupati yang dilantik adalah periode kedua. Pastinya sudah sangat paham dengan kondisi masyarakat Palas. Saya harap semakin mampu membawa kesejahteraan bagi rakyat yang dipimpin," katanya.

Edy juga mengingatkan, seorang pemimpin yang bijaksana adalah pemimpin yang selalu bertanya kepada ulama sehingga nanti tidak salah dalam membina rakyatnya.

"Ulama itu adalah referensi berjalan bagi umara. Tugas Anda mensejahterahkan rakyat. Saya pikir ulama yang hadir hari ini tahu apa maksud yang saya sampaikan," katanya.

(cr19/Tribun-Medan.com)

Penulis: Satia
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved