Kejati Sebut Berkas JR Saragih Kedaluwarsa, JARI: Padahal Sudah P21?

Edyward menjelaskan kasus ini sudah lama bergulir sebelum pelantikan Gubernur Sumatera Utara terpilih kemarin.

Kejati Sebut Berkas JR Saragih Kedaluwarsa, JARI: Padahal Sudah P21?
Istimewa
JR Saragih menangis saat ditetapkan tidak lolos pilgub Sumut 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara sempat menyatakan bahwa berkas perkara kasus pemalsuan Ijazah JR Saragih sudah kedaluwarsa.

Bahkan hal tersebut diungkapkan sendiri oleh Asisten Pidana Umum (Aspidsus) Kejati Sumut Edyward Kaban.

Hal itu diungkapkan Edyward Kanan saat acara Coffe Morning dan Peringatan Hari Anti Korupsi Indonesia (HAKI) di Kejati Sumut, Senin (10/12/2018) lalu.

Saat itu, Edyward menjelaskan kasus ini sudah lama bergulir sebelum pelantikan Gubernur Sumatera Utara terpilih kemarin. Dia menyebutkan sebelumnya bahwa berkas dinyatakan P21 ( lengkap), perkara ini sudah dikembalikan ke penyidik Polda Sumut.

Kasi Penkum Sumanggar Siagian yang kembali ditanyai soal perkembangan perkara Bupati Simalungun tersebut menegaskan bahwa perkara pemalsuan JR Saragih sudah kadaluarsa.

"Seperti kata Aspidum kemarin. Sudah kedaluwarsa makanya gak bisa kita lanjutkan," ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (11/2/2019) sore.

Jaringan Advokasi Rakyat Indonesia (JARI) Safaruddin usai menyesali kabar bahwa kasus JR Saragih sudah kadaluarsa. Ia menyesalkan pernyataan Aspidum Kejaksaan Tinggi Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) Edyward Kaban, yang menyebutkan kasus pemalsuan ijazah JR Saragih kadaluarsa karena limit waktu pelimpahan sudah lewat berdasarkan Undang-undang Pemilu.

"Tidak bisa pernyataan itu hanya sebatas omongan saja. Kalau memang sudah kadaluarsa, kejaksaan harus keluarkan surat penghentian penuntutan sedangkan Polda Sumut juga harus keluarkan SP3, karena dulu tersangka kasus ini kan hanya tinggal menunggu pelimpahan dari Polda Sumut tapi tidak ada kelanjutan," ucap Safaruddin.

Padahal sebelumnya, kita (JARI) sudah pernah menyurati Polda Sumut pada Juli 2018, untuk mempertanyakan apakah berkas perkara JR Saragih sudah dilimpahkan.

"Tetapi, tidak ada balasan sampai sekarang apakah sudah dilimpahkan atau tidak. Harusnya, itu disegerakan. Apalagi JR Saragih itu kan sudah jadi tersangka," ungkapnya.

Halaman
123
Penulis: Alija Magribi
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved