Lindungi Hak Pemilih, KPU dan PPK Datangi Panti Narkoba, Pesantren, Mall, Pabrik hingga Rumah Susun

PPK Binjai Barat mendatangi Panti Rehab Narkoba dan pesantren. PPK Binjai Selatan menyusuri dan bersosialisasi ke rumah susun.

Lindungi Hak Pemilih, KPU dan PPK Datangi Panti Narkoba, Pesantren, Mall, Pabrik hingga Rumah Susun
TRIBUN MEDAN/HO
PPK Binjai Barat mendatangi Panti Rehab Narkoba di Bandar Senembah. 

TRIBUN-MEDAN.com, BINJAI - KPU dan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kota Binjai mendatangi sejumlah tempat di kota Binjai guna menjalankan amanah untuk melindungi hak pilih warga. Lima tim bergerak ke tempat-tempat berkumpulnya para calon pemilih

Komisioner KPU Divisi Data, Abdullah Arkam mengatakan, PPK Binjai Barat mendatangi Panti Rehab Narkoba dan pesantren. PPK Binjai Selatan menyusuri dan bersosialisasi ke rumah susun. PPK Binjai Timur dan Utara mendatangi rumah sakit, mall dan pabrik. Sedangkan PPK Binjai Kota mendatangi sejumlah kompleks perumahan.

"Kami dan PPK bergerak ke berbagai lokasi itu bagian dari monitoring untuk pencermatan daftar pemilih dan untuk melindungi hak pilih warga yang belum terdaftar di Daftar Pemilih Tetap," kata Abdullah Arkam, Senin (11/2/2019)

Pergerakan PPK KPU Binjai ini langsung dikomandoi oleh Ketua PPK masing-masing. Terlihat ada PPK Binjai Utara Surya Darma, Ketua PPK Binjai Selatan Supratman, Ketua PPK Binjai Kota Irfan Haris, Anggota PPK Binjai Timur Misdianto dan Ketua PPK Binjai Barat Taufik Riadi.

Arkam menyatakan bahwa selain untuk mendatangi langsung warga-warga, penyelenggara pemilu di Kota Rambutan juga sudah membuka posko pelayanan bagi warga yang pindah memilih, atau DPT Tambahan.

"Posko layanan pindah memilih buka sejak Senin (4/2). Bagi warga yang ingin pindah memilih ke Binjai pada Rabu 17 April 2019, silahkan datang ke Kantor Komisi Pemilihan Umum di Jalan Jenderal Gatot Subroto, Kelurahan Limaumungkur, Binjai Barat," katanya.

Terpisah, Komisioner KPU Binjai Divisi Partisipasi Masyarakat dan SDM, Robby Effendi menyampaikan, Daftar Pemilih Tetap Tambahan adalah pemilih yang sudah terdata dalam DPT, namun ingin pindah memilih di TPS yang berbeda dari lokasi yang sudah didata.

"Sesuai penjelasan di UU Pemilu menyebut beberapa macam pemilih DPTb, di antaranya pindah memilih karena menjalankan tugas pemerintahan di tempat lain, menjalani rawat inap di rumah sakit atau keluarga yang mendampingi, penyandang disabilitas di panti sosial, nenjalani rehabilitasi narkoba, Tahanan, siswa atau mahasiswa yang jauh dari rumah, pindah domisili atau korban bencana," jelasnya.

Lebih rinci dijelaskan Robby alumnus USU angkatan 1995 ini mengatakan, pemilih pada DPTb punya kesempatan menggunakan hak pilih yang sama dengan pemilih DPT, yaitu antara pukul 07.00-13.00 waktu setempat, dengan membawa form A5 dan e-KTP.

"Dalam Pilkada serentak 2017, kategori pemilih ini disebut sebagai pemilih DPPh atau Daftar Pemilih Pindahan. Namun istilahnya kini berubah menjadi Daftar Pemilih Tambahan (DPTb)," ujarnya.

Lanjut Robby untuk DPK, Pemilih kategori ini bisa menggunakan hak pilihnya cukup dengan membawa e-KTP ke TPS terdekat sesuai alamat pada e-KTP. Tidak bisa mencoblos di TPS di luar alamat e-KTP.

"Namun, pemilih dalam DPK hanya bisa menggunakan hak pilihnya satu jam terakhir sebelum TPS ditutup yaitu pukul 12.00-13.00 waktu setempat, dengan catatan selama surat suara masih tersedia. Penting dicatat, apa pun kategorinya, pemilih wajib membawa e-KTP sebagai syarat mencoblos di TPS pada Rabu, 17 April 2019," pungkasnya.

(dyk/tribun-medan.com)

Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved