Memudahkan Masyarakat Melapor, KPUD Dairi Buka 170 Posko Layanan Daftar Pemilih

Veryanto menjelaskan posko layanan itu akan terus dibuka hingga 18 Maret 2019 mendatang untuk menerima setiap laporan

Memudahkan Masyarakat Melapor, KPUD Dairi Buka 170 Posko Layanan Daftar Pemilih
TRIBUN MEDAN/MUSTAQIM INDRA JAYA
Sejumlah masyarakat mendatangi Posko Layanan Daftar Pemilih yang berada di Sekretariat KOUD Dairi, Jalan Palapa No 5, Sidikalang pada Senin (11/2/2019). Mereka mengurus permohonan pengajuan formulir A-5 maupun pengajuan sebagai DPK untuk Pemilu 2019. 

TRIBUN-MEDAN.com, SIDIKALANG - Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Dairi membuka 170 Posko Layanan Daftar Pemilih di setiap kelurahan atau desa yang ada di Kabupaten Dairi.

Komisioner KPUD Dairi, Veryanto Sitohang menyebutkan posko yang dibuka pada Senin-Sabtu mulai pukul 08.00 WIB-16.00 WIB itu bertujuan untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat yang ingin mengajukan formulir pindah memilih (A-5).

Begitu juga dengan yang belum terdata di Daftar Pemilih Tetap (DPT) tetapi memenuhi seluruh persyaratan sebagai pemilih di Pemilu 17 April 2019.

"Ya kami ada membuat posko layanan daftar pemilih di setiap PPS yang ada di Kabupaten Dairi, yaitu di 161 desa, 8 kelurahan dan satu di kantor KPUD Dairi, Jalan Palapa, Sidikalang," kata Veryanto, Senin (11/2/2019).

Veryanto menjelaskan posko layanan itu akan terus dibuka hingga 18 Maret 2019 mendatang untuk menerima setiap laporan maupun keluhan warga perihal Daftar Pemilih Khusus (DPK) maupun Daftar Pemilih Tambahan (DPTb).

"Jadi sampai hari ini, data yang kami himpun ada sebanyak 222 yang memenuhi syarat sebagai pemilih kami masukkan ke DPK dan ada 44 masyarakat yang telah mengajukan formulir A-5 atau pindah memilih dari tempat tinggal, karena alasan bekerja di Kabupaten Dairi saat Pemilu berlangsung dan alasan lainnya," ucapnya.

Lebih lanjut Veryanto berharap, bagi masyarakat yang hendak melakukan pengurusan formuli pindah memilih (A-5) ke posko layanan tersebut, agar membawa data identitas diri berupa Kartu Keluarga dan e-KTP.

"Supaya kami tahu surat suara apa saja yang bisa mereka coblos di hari H nanti," sebutnya.

Sedangkan, masyarakat yang telah memenuhi persyaratan sebagai pemilih namun belum terdata di DPT, dimintakan datang ke posko terdekat sembari membawa kartu identitas diri, agar petugas mengetahui orang tersebut bisa dimasukkan ke dalam DPK atau tidak.

"Kami ingin seluruh masyarakat yang memenuhi syarat bisa menggunakan hak suaranya pada Pemilu dan tidak ada yang terabaikan, karena itu merupakan hak sebagai warga negara," ucapnya.

(ind/tribun-medan.com)

Penulis: Mustaqim Indra Jaya
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved