Edisi Eksklusif

Menantang Maut di Lahan Garapan, Nawi Ceritakan Pernah Nyaris Dibacok dan Kena Panah

Pensiunan karyawan PTPN II, Trimo Nawi (77) yang sudah mengabdi puluhan tahun. Ia acapkali berurusan dengan maut saat memperjuangkan perusahaannya

Menantang Maut di Lahan Garapan, Nawi Ceritakan Pernah Nyaris Dibacok dan Kena Panah
Tribun Medan
Trimo Nawi menceritakan kisahnya saat aktif menjadi karyawan PTPN II 

TRIBUN-MEDAN.com - Pensiunan karyawan PTPN II, Trimo Nawi (77) yang sudah mengabdi puluhan tahun. Ia acapkali berurusan dengan maut saat memperjuangkan perusahaannya.

Di usia senjanya, warga Jalan Melati, Dusun 20, Desa Sampali, ini masih menanti kejelasan atas lahan yang ditempatinya sekarang. Begitu juga dengan lahan kosong yang berada di depan rumahnya.

Menjadi wilayah masif perebutan lahan antarsesama warga, kehadiran Tribun Medan ke lokasi eks lahan PTPN mendapat pengawalan aparat.

Dari ceritanya, dahulunya jasa Nawi sering dipergunakan PTPN IX yang kini di-merger menjadi PTPN II untuk mengurus lahan.

"Zaman dulu saya sudah dipercaya sebagai pengantar surat penggarap. Masalah tanah ini dulunya, banyak orang enggak berani, tapi saya justru dipercaya mengantarkan surat-surat ini. Walau sebagai hansip, saya juga sering mengawal uang gaji karyawan. Permasalahan tanah garapan saat okupasi, saya hampir mati kena bacok sama penggarap di Medan Estate. Kalau dibilang, saya cukuplah membela PTPN," katanya.

Tonton videonya;

Ayo subscribe channel YouTube Tribun MedanTV

Diceritakannya, dahulunya sering ditugaskan untuk okupasi lahan perkebunan, dalam hal ini membongkar rumah karyawan PTPN II yang saat ini sudah beralih menjadi pasar dan perumahan.

Setelah itu, pada tahun 1980-an di tanah garapan Pasar IV Tanjungmulia, ia pernah hampir meregang nyawa.

"Di Tanjungmulai hampir kena panah penggarap. Saya perjuangankan sebetulnya untuk PTPN II ini. Begitulah jerih payah dan perjuangan saya untuk PTPN II. Nah, yang saya pertanyakan, saya sebagai pensiunan, kok, belum dapat tanah? Padahal yang lainnya pada dapat jatah bagi-bagi tanah, seperti karyawan di Pasar V. Begitu juga dengan Kebun Sayur juga sudah diambil mereka," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Azis Husein Hasibuan
Editor: Hendrik Naipospos
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved