Mengaku Diperas Pegawai PD Pasar, Pedagang Pasar Marelan Mengadu ke DPRD Medan

Sementara Silitonga mengaku tidak membayarnya karena tidak ada karcis atau tanda bukti pengutipan sebesar Rp 5000 tersebut.

Mengaku Diperas Pegawai PD Pasar, Pedagang Pasar Marelan Mengadu ke DPRD Medan
tribun medan/Liska
Pedagang Pasar Marelan mengadukan nasib mereka dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi C DPRD Medan. 

TRIBUN-MEDAN.com - Pedagang Pasar Marelan mengadukan nasib mereka dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi C DPRD Medan, Senin (11/2/2019).

Dalam RDP tersebut, para pedagang mengaku diancam oleh pihak Perusahaan Daerah (PD) Pasar untuk membayar retribusi keamanan. Namun ketika dimintai bukti pengutipan, pihak PD Pasar tak dapat menunjukkannya.

"Orang itu kutip Rp 5000 satu hari. Diminta karcisnya, enggak ada. Nanti, nanti aja katanya. Terus dibilang orang itu, kalau mau jualan di sini, mau aman, kasih kami Rp 5000. Kalau gak mau kasih, jualan di belakang," kata seorang pedagang bernama Silitonga.

Ancaman itu kata dia, dirasakan semua pedagang. Tetapi mereka diam dan memilih membayarkannya daripada ribut dan dipindah ke belakang.

Sementara Silitonga mengaku tidak membayarnya karena tidak ada karcis atau tanda bukti pengutipan sebesar Rp 5000 tersebut.

Silitonga yang hanya berjualan ubi ini bersikeras tetap berjualan di halaman gedung Pasar Marelan karena tidak akan ada yang membeli dagangannya jika ia dipindah ke belakang.

Gubernur Edy Kantongi Nama-nama Dewan Pengawas dan Komisaris BUMD, Utamakan yang Punya Pengalaman

Kesal dengan Istri, Pria Ini Hajar Anak Tirinya hingga Tewas

Brigjen Mardiaz Blusukan Melihat Perkembangan Kampung Sejahtera

Dari penjelasannya, oknum yang melakukan pengutipan dan ancaman tersebut dari PD Pasar. Sebab ia menunjukkan tanda pengenalnya.

"Belakang itu dekat jualan ikan. Saya jualan ubi, mana mungkin ke belakang," katanya.

Selain permasalahan ancaman yang dilakukan PD Pasar, pedagang juga mengadukan nasib meja jualan mereka. Hingga saat ini, pedagang belum mendapatkan meja mereka. Padahal uang muka sudah dibayar.

 Menantang Maut di Lahan Garapan, Nawi Ceritakan Pernyah Nyaris Dibacok dan Kena Panah

Cegat Truk Pakai Avanza, Komplotan Perampok 20 Ton Kayu Manis Meringkuk di Jeruji Besi

PS Himpunan Pemuda Maju Jawarai Turnamen Sepak HPM Cup I, Cukur PS Timbang Deli 2-0

"Sudah satu tahun kami datang di luar. Sampai saat ini kami tetap berjualan di tempat yang disepakati, yaitu di depan halaman gedung. PD Pasar janji berikan 57 meja jualan, tapi sampai saat ini bohong," kata pedagang.

Halaman
12
Penulis: Liska Rahayu
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved