Pengemudi Grab Car Minta Gubernur Edy Rahmayadi Tutup PT Teknologi Pengangkutan Indonesia (TPI)

Pengemudi Grab Car Minta Gubernur Edy Rahmayadi Tutup PT Teknologi Pengangkutan Indonesia (TPI)

Pengemudi Grab Car Minta Gubernur Edy Rahmayadi Tutup PT Teknologi Pengangkutan Indonesia (TPI)
tribun medan/Satia
Pengemudi Grab Car Minta Gubernur Edy Rahmayadi Tutup PT Teknologi Pengangkutan Indonesia (TPI). Suasana di depan Kantor Gubernur, Jalan Pangeran Diponegoro, Kota Medan, ratusan driver Grab Car melakukan unjuk rasa, meminta kepada Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi menerima tuntutan, di mana menutup PT TPI, Senin (11/2/2019). 

Pengemudi Grab Car Minta Gubernur Edy Rahmayadi Tutup PT Teknologi Pengangkutan Indonesia (TPI)

TRIBUN MEDAN.com - Ratusan pengemudi tranportasi online, Grab Car, berunjukrasa di depan Kantor Gubernur, Jalan Pangeran Diponegoro, Kota Medan.

Mereka meminta Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi mendengarkan aspirasi mereka, Senin (11/2/2019).

Salah satu tuntutan yang ratusan pengemudi online ini, meminta kepada Edy Rahmayadi segera melakukan penutupan kepada PT Teknologi Pengangkutan Indonesia (TPI) selama ini memberatkan para Garb Car tersebut.

"Kami minta kepada Edy Rahmayadi selaku Gubernur Sumut untuk segera menutup PT TPI," ucap Koordinator aksi Rahmat Cristian.

Rahmat Cristian mengatakan, bahwa selama ini PT Grab telah melakukan kerjasama antar PT TPI, prihal ini sangat merugikan para driver tersebut. Lantaran, kerjasama tersebut dilakukan secara tidak transparan, hanya menguntungkan pihak PT Grab, tetapi membebankan pada Driver.

"Alasanya PT Grab telah melakukan monopoli usaha dan persaingan usaha secara tidak sehat, dan melanggar UU nomor 5 tahun 1999," katanya.

Haruka Eks JKT48 Buka-bukaan Beber Perceraian Ortu hingga tak Ingat Wajah Ibunya dan Keberadaannya

Hendrik Nekat jadi Kurir Sabusabu karena Tergiur Uang Rp 5 Juta

Bank Sumut Raih Predikat The Best dalam Rating BUMD Keuangan Versi Majalah Infobank 2019

Ratusan mobil pengemudi online blokade jalan depan Kantor Gubernur.
Ratusan mobil pengemudi online blokade jalan depan Kantor Gubernur. (Tribun Medan / M Andimaz Kahfi)

Kemudian, Rahmat juga menyampaikan, dengan dilakukannya kerjasama tersebut, banyak para driver Grab Car tidak lagi rutin mendapatkan orderan dari pemesan jasa angkutan itu.

Pasalnya, dirinya mengkalim bahwa PT Grab telah memberikan olderan (pemesan) kepada PT TPI.

"Mendeskriditkan mitra-mitra individu yang dulunya telah berjuang dan susah payahnya di jalan. Kemudian kami kuga melakukan promosi-promosi terhadap transportasi online, justru kami yang tidak mendapatkan orderan," katanya.

Ramai Oli Mesin Dicampur Minyak Goreng, Apakah Aman? Ini Pembuktiannya!

Pengacara Tamin Sukardi Bingung Panitera Helpandi Mengaku Tak Tahu Jenis Mobil Hakim Merry

Kembali Terpilih, Sulaiman Hasibuan Ketua Pengurus Daerah DMI Deliserdang 2018-2023

Halaman
123
Penulis: Satia
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved