Pengemudi Grab Car Minta Gubernur Edy Rahmayadi Tutup PT Teknologi Pengangkutan Indonesia (TPI)

Pengemudi Grab Car Minta Gubernur Edy Rahmayadi Tutup PT Teknologi Pengangkutan Indonesia (TPI)

Pengemudi Grab Car Minta Gubernur Edy Rahmayadi Tutup PT Teknologi Pengangkutan Indonesia (TPI)
tribun medan/Satia
Pengemudi Grab Car Minta Gubernur Edy Rahmayadi Tutup PT Teknologi Pengangkutan Indonesia (TPI). Suasana di depan Kantor Gubernur, Jalan Pangeran Diponegoro, Kota Medan, ratusan driver Grab Car melakukan unjuk rasa, meminta kepada Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi menerima tuntutan, di mana menutup PT TPI, Senin (11/2/2019). 

Terpisah, seorang Driver bernama Ozi yang ikut turun langsung bersama rekan-rekannya mengatakan, bahwa selama ini setelah dilakukanya kerjasama antar PT TPI dan PT Grab, dirinya sulit mendapatkan pesanan antar jemput penumpang itu.

"Kerjasama mereka membebankan kami bang, lihat lah banyak kami mengeluh mengenai olderan, sepi selalu. Kalau begini terus bisa makan apa keluarga kami," katanya.

Selfie Berimbas pada Angka Kematian yang Tinggi, Politisi Ini Usulkan Kursi Selfie di Tempat Wisata

Shi Jungke, Bekerja Mengangkut Batu dengan Mulut dan Jadi Tulang Punggung Keluarga

Ozi tidak mengetahui secara pasti kapan kerjasama ini dilakukan dan disosialisasikan kepada para driver Grab Car.

"Kami gak tahu kapan ini berlangsung bang, yang jelas tiba-tiba sudah ada kerjasama antar mereka," ucapnya

Ia meminta kepada pemerintah berlaku adil, dan melihat kondisi dari para driver yang selama ini sudah merasa kesulitan mendapatkan olderan.

MTQ ke- 52 dan FSN ke-41 Deliserdang Dipusatkan di Lubukpakam

Khofifah Indar Parawansa Wanti-wanti Fadli Zon terkait Puisinya yang Berjudul Doa yang Ditukar

"Kita minta Edy Rahmayadi untuk bertindak dalam prihal ini, karena ini menyangkut kepentingan masyarakat banyak," katanya.

Seorang yang ikut berunjuk rasa, Yusuf Harahap mengatakan bahwa TPI ini seperti leasing salah satu perusahaan jasa ojol, dengan menggunakan sistem pembayaran memotong penghasilan para pengemudi yang ikut di dalam TPI.

"TPI di Medan sudah berjalan sekitar 2 tahun terakhir. TPI ini terlampau diprioritaskan, makanya kita meminta agar TPI ditutup atas perbuatan dzolimnya," kata Yusuf, Senin (11/2/2019).

Dalam klausul perjanjian, para pengemudi yang ingin bergabung di salah satu perusahaan jasa pengangkutan online itu, diharuskan membayar jaminan mulai dari Rp 1,5-5 juta.

Dan mendapatkan Mobil Daihatsu Sigra dan Toyota Calya.

Halaman
123
Penulis: Satia
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved