Peredaran Narkoba di Binjai Masih Tinggi, 73 Persen Lapas Dihuni Narapidana Narkotika

"Penghuni Lapas ada 1923. Dan 73 persen merupakan kasus narkotika. Sebagian sudah ada kami pindahkan ke Lapas Tanjunggusta," bebernya.

Peredaran Narkoba di Binjai Masih Tinggi, 73 Persen Lapas Dihuni Narapidana Narkotika
TRIBUN MEDAN/DEDY KURNIAWAN
Rapat Dengar Pendapat digelar Panitia Khusus Narkoba DPRD Binjai bersama Polres Binjai, Badan Narkotika Nasional Kota Binjai dan Satuan Polisi Pamong Praja, Senin (11/2/2019) 

TRIBUN-MEDAN.com, BINJAI - Sebagai Kota Satelit, angka peredaran dan dampak buruk narkotika di Binjai tergolong tinggi.

Hal ini terungkap dari Rapat Dengar Pendapat yang digelar Panitia Khusus Narkoba DPRD Binjai bersama Polres Binjai, Badan Narkotika Nasional Kota Binjai dan Satuan Polisi Pamong Praja.

RDP dipimpin langsung oleh Ketua Panitia Khusus Narkoba Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Binjai, Syarif Sitepu. Ia didampingi Kepala BNN, Joko Susilo dan Kasat Narkoba Polres Binjai, AKP Aris Fianto di Ruang Rapat Paripurna Gedung Sementara, Jalan T Amir Hamzah, Kelurahan Nangka, Binjai Utara, Senin (11/2/2019)

Kalapas Klas IIA Binjai, Maju Amintas Siburian menyatakan, saat ini hampir 2.000 orang Warga Binaan Pemasyarakatan yang menjadi penghuni sementara. Dan sebanyak 73 persen merupakan narapidana yang terlibat kasus narkotika.

"Penghuni Lapas ada 1923. Dan 73 persen merupakan kasus narkotika. Sebagian sudah ada kami pindahkan ke Lapas Tanjunggusta," bebernya.

‎Syarif Sitepu menyatakan, Binjai sebagai kota satelit yang menghubungkan antar kota, kabupaten hingga provinsi dan juga berbatasan dengan Kota Medan, bahwa peredaran narkotika tidak menunjukkan angka penurunan. Malah cenderung terus naik.

"Kota Binjai tidak mengalami penurunan soal bahaya peredaran narkotika. BBaru kali ini kami RDP. Saya sudah mengantongi nama bandar-bandar berdasarkan informasi dari masyarakat. Tapi tidak mungkin dipublikasikan," ujar Syarif.

Katanya, kalangan legislatif ingin melihat secara langsung bagaimana proses penindakan dan pemberatasan yang dilakukan aparat penegak hukum di Polres Binjai. Syarif ‎menyatakan bahwa perlu tindakan khusus dalam penindakan dan pemberantasan narkoba.

"‎Kami menilai bahwa Polres Binjai lebih fokus melakukan pemberantasan dan penindakan. Kami tidak perlu terlalu jauh, tentunya bapak yang kesehariannya di situ sudah paham. Dalam pemberantasan dan penindakan narkotika kita perlu tindakan khusus," sambung Syarif.

Ditegaskan Syarif bahwa Pansus Narkoba DPRD Binjai dibentuk agar dapat membantu menekan dan mencegah praktik narkoba hingga menunjukkan trend angka penurunan. Dalam waktu ke depan, Pansus Narkoba DPRD akan lakukan evaluasi.

"Tidak layak mengajari ikan berenang. Target sebelum April ini harus memberikan evaluasi. Bulan Maret akhir harus segera memberikan laporan ke pusat," ujar dia.

‎Dalam RDP, Kepala BNNK Binjai, ‎AKBP Joko Susilo mengatakan bahwa untuk menekan peredaran dan penyalahgunaan narkotika, pihaknya sudah membuat program di tahun 2019 ini. BNN Binjai akan membetuk Relawan Anti Narkoba yang dilengkapi dengan kartu identitas.

Halaman
12
Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved