Sawah Mengering di Banjar Ganjang, Puluhan Hektar Padi Terancam Gagal Panen

kekeringan tersebut terjadi karena menyusutnya mata air di sekitar desa itu dan juga tidak turunnya hujan.

Sawah Mengering di Banjar Ganjang, Puluhan Hektar Padi Terancam Gagal Panen
TRIBUN MEDAN/ARJUNA BAKKARA
Sawah mengering mengakibatkan tanaman padi gagal panen di Desa Banjar Ganjang, Tobasa, Senin (11/2/2019). 

TRIBUN-MEDAN.COM, TOBASA - Sebagian persawahan mengering hingga mengakibatkan tanaman padi gagal panen di Desa Banjar Ganjang, Tobasa, Senin (11/2/2019).

Alwy Sitorus, satu dari warga, mengatakan kekeringan tersebut terjadi karena menyusutnya mata air di sekitar desa itu dan juga tidak turunnya hujan.

Menurutnya, hujan sudah tidak turun dalam kurun waktu satu bulan. Akibatnya, sawah-sawah terancam mati.

Katanya, ada puluhan hektar tanaman padi di Desa Banjar ganjang, Kecamatan Parmaksian, Kabupaten Toba samosir (Tobasa) terancam gagal panen akibat kekeringan.

Menurut Alwy, hingga April mendatang bisa jadi terjadi kekeringan.“Biasanya di bulan Februari hingga April diprediksi musim hujan. Tapi sejak pertengahan Januari, setelah masa tanam, tidak ada hujan,” ucapnya.

Dani Manurung, Kepala Dusun 1, Desa Banjar ganjang, yang juga memiliki sawah menyampaikan lima hektar sawah miliknya hampir mati semua. "Kami takit gagal panen,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Toba Samosir diharapkan dapat segera memberi bantuan atau pembinaan, sehingga masalah ini tidak berkelanjutan untuk musim tanam tahun depan. Apalagi, seperti kata Kepala Desa Banjar Ganjang, Safri Manurung, kekeringan sudah melanda hampir di seluruh areal persawahan.

“Kekeringan di semua persawahan sekitar 35 hektare. Jika sampai minggu ini hujan tak kunjung turun, tanaman padi akan mati, kami berharap Pemerintah bisa membantu",harapnya.

(jun-Tribun-Medan.com)

Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved