Susilawati Gunakan Bat Tenis Meja dengan Berat 1 Kilogram demi Kalahkan Lawan Berat asal Thailand

Susilawati yang bermain di Cabang olahraga Tenis Meja kelas T9 (cacat fisik pada kaki) ini mengatakan dirinya sedang menunggu pemanggilan dari NPC

Susilawati Gunakan Bat Tenis Meja dengan Berat 1 Kilogram demi Kalahkan Lawan Berat asal Thailand
Chandra Simarmata
Susilawati, salah satu atlet putri National Paralympic Committee (NPC) Indonesia asal Sumatera Utara. Susilawati yang bermain di kelas T9 cabang olahraga Tenis Meja pernah meraih 1 Medali Emas pada Asean Paragames di Kuala Lumpur tahun 2017 dan dua medali Perunggu Indonesia Open 2018 di Jakarta. 

TRIBUN-MEDAN.com- Susilawati, Atlet difabel National Paralympic Committee (NPC) asal Sumatera Utara menargetkan mampu mendulang medali emas bagi Indonesia pada perhelatan Asean Paragames yang akan digelar di Manila, Filipina pada Januari tahun depan.

Susilawati yang bermain di Cabang olahraga Tenis Meja kelas T9 (cacat fisik pada kaki) ini mengatakan dirinya sedang menunggu pemanggilan dari NPC pusat untuk mengikuti pelatihan Nasional (Pelatnas) sebagai persiapan menuju Asean Paragames tahun 2020.

"Kalau tidak ada halangan sih ikut Pelatnas Asean Paragames. Katanya sih bulan dua atau bulan tiga kalau tidak salah, jadi tunggu panggilan lah. Dengarnya yang pelatnas kemarin Gak ikut seleksi nasional lagi, langsung masuk," ujarnya kepada Tribun Medan, Senin (11/2/2019).

Saat ini kata Susilawati, sebagai persiapan jelang pelatnas, dirinya tetap rutin menjalani latihan di bawah asuhan pelatihnya di NPC Sumut yakni M Ridwan atau yang akrab disapa Pak Ang Tamimi.

Latihan yang dilakoninya antara lain bermain menggunakan bat tenis meja terbuat dari besi yang beratnya 0.5-1kg. Manfaatnya, kata Susi dengan bat yang lebih berat akan membuat tangan menjadi lebih lentur, tidak kaku dan membuat pukulan lebih stabil saat bermain dengan bat standar.

Dapatkan Manfaat Bawang Putih tanpa Khwatir Miliki Nafas Tak Sedap Menggunakan 6 Bahan Alami Ini

Sedang Berlangsung, Ini Link Live Streaming Persib Bandung vs Persiwa Wamena, Tonton di Handphone

Kapolda Angkat Bicara Soal Tuduhan Gus Irawan yang Sebut Polisi Ancam Kepling Agar Pilih Capres O1

Pegawai Ini Lakukan Ribuan Kali Penarikan Uang hingga Rugikan Perusahaannya Belasan Rupiah Miliaran

Selain latihan menggunakan bat besi, atlet Putri kelahiran 1981 ini juga diberi latihan forehand, backhand, lari kiri-kanan, bola banyak, spin, hingga smash untuk memperkuat teknik.

"Persiapannya kalau di sini ya latihan seminggu tiga kali sama Pak Ang (Pelatih Tenis Meja) di NPC Sumut. Selain itu latihan fisik iya, kadang jalan dari sini ke sana (dari rumah ke kantor NPC)," terang Peraih 1 Medali Emas pada Asean Paragames di Kuala Lumpur tahun 2017 ini.

Deretan Foto Ali Ngabalin Jatuh Sakit Diduga Struk, Politisi Demokrat: Didoakan Jangan Disumpahin

Rayakan Anniversary Pernikahan, Begini Nih Potret Romantis Christian Sugiono dan Titi Kamal

Kini Bikin Paspor Tak Perlu Antre Lama Guys, Bisa Daftar Antre Paspor Online APAPO

Lebih lanjut kata Susilawati, untuk bisa meraih medali emas khususnya dari nomor tunggal (single) dirinya kemungkinan akan bertemu atlet tangguh asal Thailand yang juga bisa dibilang menjadi "musuh terbesarnya'' di event-event Paralympic Games internasional seperti Asean Paragames.

Dari rekor pertemuan, sambung Susi, dirinya sudah pernah bertemu sebanyak 8 kali dengan atlet Thailand tersebut. Dari 8 pertemuan, Susilawati berhasil menang 4 kali dan kalah 4 kali.

Pemko Medan Terima Bantuan 30 Unit Tempat Sampah di Car Free Day

Pemprov Sumut Belum Wacanakan Perimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahun 2019

Namun, meski harus kembali bertemu lawan tangguh, pada Asean Paragames mendatang Susilawati tetap optimistis bisa merebut medali emas untuk Indonesia.

Halaman
12
Penulis: Chandra Simarmata
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved