Sutrisno Minta Gus Irawan Buktikan soal Kepling Diintervensi Agar Memilih Capres 01

Polda jangan takut, panggil itu Gus Irawan. Bawaslu juga jangan takut, panggil itu Gus Irawan. Tanya dimana saudara temukan fakta-fakta itu.

Sutrisno Minta Gus Irawan Buktikan soal Kepling Diintervensi Agar Memilih Capres 01
TRIBUN MEDAN/FATAH BAGINDA GORBY
Juru Bicara Tim Kampanye Daerah Joko Widodo - Ma'ruf Amin, Sutrisno Pangaribuan 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Ketua Badan Pemenangan Daerah (BPD) Prabowo-Sandi Provinsi Sumut, Gus Irawan Pasaribu menuding, bahwa demokrasi yang ada saat ini telah tercederai oleh adanya intervensi secara struktur dan masif yang dilakukan oleh aparat kepolisian.

Begitulah kira-kira ucapan Gus Irawan, dalam salah satu tulisan yang beredar di media online.

Menanggapi hal itu, anggota Tim Pemenangan Capres 01 yang juga anggota DPRD Sumut, Sutrisno Pangaribuan mengatakan tuduhan yang diberikan terlalu berani. Mereka belum tentu punya dasar, fakta dan bukti. Tapi berani menyatakan bahwa polisi diduga melakukan intervensi, terhadap Kepling dan Camat di Kota Medan untuk memilih paslon nomor satu.

Baca: Kapolda Angkat Bicara Soal Tuduhan Gus Irawan yang Sebut Polisi Ancam Kepling Agar Pilih Capres O1

"Itu bisa berdampak menghadirkan goncangan publik," kata Sutrisno via telepon seluler, Senin (11/2/2019).

Kalau tim kampanye itu memiliki informasi seperti itu, lanjut Sutrisno seharusnya menyampaikan bukan ke media. Harusnya datangi langsung Polda dan datangi langsung Bawaslu. Jangan ada orang yang ingin populer, ingin dikenal seakan-akan ingin mencari sensasi. Lalu menyampaikan informasi-informasi belum benar kebenarannya kepada publik.

"Kalau besok misalnya itu berdampak luas, beliau harus bisa bertanggungjawab.
Karena itu bisa berdampak luas. Ini bisa menimbulkan kebencian yang terbangun pada paslon 01 dan dianggap kita melakukan kecurangan. Padahal kami dari tim paslon 01, ingin pemilu yang jujur, adil, bebas, langsung, umum dan rahasia," beber Sutrisno.

"Kami tim kampanye paslon 01 menggunakan cara-cara yang terhormat. Karena kita menganggap betul-betul pesta demokrasi bukan ada ketakutan. Justru ketika ada temuan seperti itu datangnya ke polisi dan Bawaslu bukan konfrensi pers," sambungnya.

Sutrisno menerangkan bahwa hal itu bisa memicu konflik sosial, berupa ketidakpercayaan publik pada kepolisian. Hal ini seolah sengaja diciptakan skenario bahwa pemilu ini tidak aman dan pemilu pakai intervensi.

"Nanti pemilunya gagal, kan kira-kira itu juga yang diciptakan paslon sebelah. Jadi semacam ada ketidaknetralan aparatur," ujarnya.

Lebih lanjut, hal itu seharusnya tidak boleh dilakukan. Apalagi beliau sebagai ketua tim kampanye daerah. Kalau ada temuan datangi Polda dan laporkan ke Propam, bahwa ada oknum polisi melakukan hal itu. Biar nanti secara internal polisi melakukan penyelidikan. Lalu datangi juga Bawaslu, dan katakan bahwa ada oknum-oknum Kepling melakukan hal tersebut.

Halaman
12
Penulis: M.Andimaz Kahfi
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved