Atlet Renang Resy Dwi Ananda Targetkan Medali Emas PON 2020, Bertekad Giat Latihan

Resy bertekad untuk lolos PraPON 2019 lebih dulu yang rencananya akan digelar di Bengkulu (Porwil se Sumatera) sekitar September

Atlet Renang Resy Dwi Ananda Targetkan Medali Emas PON 2020, Bertekad Giat Latihan
TRIBUN MEDAN/CHANDRA SIMARMATA
Resy Dwi Ananda Atlet putri cabang olahraga Renang Sumut. Peraih Medali perunggu renang perairan terbuka pada PON IX di Jawa Barat tahun 2016. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Atlet Renang Sumatera Utara Resy Dwi menargetkan mampu mendulang Medali Emas bagi Sumatera Utara dari nomor 200 meter gaya bebas dan gaya kupu-kupu pada perhelatan PON Papua tahun 2020.

Namun sebelum mengikuti PON tahun depan, Resy bertekad untuk lolos PraPON 2019 lebih dulu yang rencananya akan digelar di Bengkulu (Porwil se Sumatera) sekitar September mendatang.

"Kalau bisa lolos lah (PON) karena tahun 2016 dapat perunggu di PON Jabar. Kalau bisa dapat emas di PON 2020 dari nomor 200 meter gaya bebas dan 200 meter gaya kupu-kupu. Ya kan kalau misalnya latihannya lebih lagi kan bisa dapat emas," ujarnya Selasa (12/2/2019).

Untuk lolos PON Papua tahun depan, kata Resy, dirinya harus mampu mencapai minimal limit waktu yang ditentukan oleh PB PRSI pada ajang PraPON. Jadi meski mendapatkan medali tapi tidak mencapai limit PON maka dirinya tidak akan bisa lolos ke Papua.

Terkait limit PON Cabor renang untuk PraPON, Resy mengatakan sampai saat ini masih belum mendapatkan informasi tentang itu. Namun dirinya sudah rutin berlatih untuk mempersiapkan diri.

Selain melakoni latihan secara pribadi, Resy juga rutun mengikuti sesuai program dari klub renangnya. Dalam seminggu, Resy rutin menjalani latihan sebanyak 9 kali. Dari hari Senin- Rabu dirinya berlatih di kolam renang Primbana dari klubnya Tirta prima, sedangkan hari Kamis- Sabtu, dirinya rutin berlatih di kolam renang Selayang dari pukul 17.00-20.00 WIB.

"Persiapannya latihan seminggu 9 kali, Kalau sore setiap hari. kalau pagi paling seminggu cuma tiga kali saja itupun sudah berenang semua, sudah sama fisiknya. Biasanya latihan itu programnya jarak panjang misalnya 10x200 meter gaya bebas, terus 10x200 meter gaya favorit yang paling tercepat yaitu gaya kupu-kupu. Kalau di luar itu latihan sendiri latihan tambahan kayak joging, supaya untuk mengatur daya tahan," terang Atlet putri kelahiran tahun 1999 ini.

Saat Ditanya atlet daerah mana saja yang kemungkinan jadi lawan beratnya, Resy mengatakan dirinya perlu mewaspadai atlet renang asal Jakarta, Jatim, dan Jabar. Namun meski harus menghadapi lawan tangguh, Resy Optimistis bisa lolos PraPON, apalagi dirinya juga sudah pernah ikut PON di Jawa Barat tahun 2016 lalu.

Karena itu untuk semakin meningkatkan kemampuannya, Peraih Medali perunggu renang perairan terbuka pada PON IX di Jawa Barat tahun 2016 ini akan lebih fokus menguatkan stamina, daya tahan dan power renangnya.

"Lawan tangguh dari Jawa lah, dari Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, sudah lumayan banyak kenal juga. Tapi tetap optimis," kata Mahasiswi jurusan Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi (PJKR) Universitas Negeri Medan (UNIMED) ini.

(cr11/Tribun-medan.com)

Penulis: Chandra Simarmata
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved