Bagaimana Suara Caleg yang Meninggal Sebelum Pemilu? Ini Kata KPU Sumut

Jelang perhelatan pemilu yang akan digelar dua bulan lagi, beberapa orang Calon Anggota Legislatif (Caleg) yang bertarung

Bagaimana Suara Caleg yang Meninggal Sebelum Pemilu? Ini Kata KPU Sumut
TRIBUN MEDAN/ FATAH BAGINDA GORBY
Suasana Rapat Koordinasi Daftar Pemilih Khusus Tahap II dan Daftar Pemilih Tambahan Pemilu 2019. KPU Sumut menjelaskan suara yang memilih caleg meninggal akan masuk ke dalam perolehan suara partai. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Jelang perhelatan pemilu yang akan digelar dua bulan lagi, beberapa orang Calon Anggota Legislatif (Caleg) yang bertarung di Sumatera Utara meninggal dunia

Nama-nama seperti Politisi senior Partai Hanura Medan, Bangkit Sitepu, Ketua DPD PKS Kota Medan, Ustaz Surianda Lubis telah wafat beberapa waktu lalu.

Bercermin dari kejadian tersebut, Komisioner Komisi Pemilihan Umum Sumatera Utara, Herdensi Adnin menjelaskan status calon legislatif (Caleg) yang meninggal dunia pasca penetapan Daftar Caleg Tetap (DCT).

Menurutnya, posisi caleg yang bersangkutan, dipastikan tak bisa diganti. 

"Partai Politik tidak bisa mengganti. Surat suara telah dicetak dan tidak bisa diganti," kata Densi usai acara Rapat Koordinasi Daftar Pemilih Khusus Tahap II dan Daftar Pemilih Tambahan Pemilu 2019, Selasa (12/2/2019).

Menurut Densi, nama caleg yang meninggal dunia tetap tercetak di surat suara, bila nantinya dipilih, maka akan masuk dalam suara partai.

"Sekalipun nantinya caleg dicoblos, akan tetap dihitung sebagai suara parpol," katanya.

Ia menjelaskan proses penentuan kursi yang didapatkan tetap berdasarkan sistem sainte league. 

"Penentuan kursi yang didapat parpol setelah ditotal akan dibagi 1,3,5,7 dan seterusnya. Semakin besar suara parpol akan semakin banyak peluang kursi yang dimilikinya," ungkapnya. 

Kemudian, lanjut Densi, tentang siapa sosok yang akan mengisi kursi perolehan caleg tersebut, akan dirangking berdasarkan jumlah yang terbanyak di daerah pemilihan tersebut. 

"Bila Caleg  Tidak Memenuhi Syarat (TMS)  atau meninggal dunia mendapatkan suara terbanyak maka, caleg yang memiliki suara terbanyak di bawahnya  yang akan duduk," katanya. 

Hal senada disampaikan Ketua KPU  Sumut, Yulhasni. Menurutnya suara yang telah masuk memilih caleg yang meninggal dunia, tidak akan sia-sia. 

"Suara itu tidak sia-sia, ia akan masuk ke dalam perolehan suara partainya secara keseluruhan," pungkasnya.(gov/tribun-medan. com)

Penulis: Fatah Baginda Gorby Siregar
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved