Warga Pro-Kontra Tanggapi Wacana Penutupan Merdeka Walk

Jika ingin dibuat sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH), taman bunga bisa saja dibuat agak ke dalam, karena Lapangan Merdeka tersebut luas.

Warga Pro-Kontra Tanggapi Wacana Penutupan Merdeka Walk
TRIBUN MEDAN/Liska Rahayu
Suasana Merdeka Walk di bagian pinggi Lapangan Merdeka, Rabu (13/2/2019). Merdeka Walk saat ini menjadi tempat nongkrong ramai di Kota Medan. 

TRIBUN-MEDAN.Com, MEDAN - Wacana mengenai penutupan Merdeka Walk sudah didengar oleh masyarakat umum. Seorang warga bernama Sari sangat menyayangkan jika benar Merdeka Walk akan ditutup. Sebab menurutnya Merdeka Walk sudah menjadi salah satu ikon Kota Medan.

"Sudah tahu dari berita online. Ya sayang aja kalau memang ditutup. Soalnya kan udah jadi ikon Kota Medan. Orang luar juga udah tau kalau nongkrong itu ke Merdeka Walk," katanya, Rabu (13/2/2019).

Tak hanya Sari, warga lainnya Echa, juga merasa Merdeka Walk tidak menggangu. Apalagi jika alasannya untuk dikembalikan sebagai tempat olahraga.

"Pendapatku, ya seharusnya enggak mengganggu ya. Karena dia tempat bisnisnya di pinggir lapangan, olahraganya di dalam. Malahan bisa jadi daya tarik, setelah olahraga mungkin mau nongkrong dulu juga bisa. Enggak ganggu sih," katanya.

Ia menambahkan, jika ingin dibuat sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH), taman bunga bisa saja dibuat agak ke dalam, karena Lapangan Merdeka tersebut luas. Senada dengan Echa, warga lainnya, Marta juga menganggap lebih baik Merdeka Walk tidak ditutup. Karena letak Merdeka Walk sudah pas, yakni di pusat kota.

"Sudah pas itu karena dekat pusat kota dan perbelanjaan. Bule pun banyak nongkrong di situ. Karena dekat hotel-hotel juga. Kalau diubah jadi tempat olahraga umum, pasti enggak banyak lagi ke sana," katanya.

Ia pun mengatakan, Lapangan Merdeka sudah ada untuk olahraga dan bermain bersama keluarga. Malahan ia mengatakan, lebih baik Lapangan Merdeka lebih dipercantik untuk lapangan berolahraga.

"Sarana dan prasarananya aja yang mungkin ditingkatkan, dibanyakkan. Diganti yang rusak," ujarnya.

Kendati demikian, ada pula warga yang berpendapat bahwa Merdeka Walk lebih baik ditutup. Pasalnya, Merdeka Walk saat ini bisa dijadikan taman sehingga mempercantik Kota Medan.

"Bagus sih, jadi itu (Merdeka Walk) bisa dijadikan taman. Kalau enggak ada itu (Merdeka Walk) lahannya bisa dijadikan taman," kata Dila.

Halaman
12
Penulis: Liska Rahayu
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved