Harga Tiket Pesawat Naik, Pelaku Usaha Hotel di Berastagi Cemas

Kemungkinan efek tingginya harga tiket ini akan dirasakan oleh pelaku bisnis hotel mulai bulan depan.

Harga Tiket Pesawat Naik, Pelaku Usaha Hotel di Berastagi Cemas
TRIBUN MEDAN/M NASRUL
Pengunjung memesan kamar di Hotel Internasional Sibayak Berastagi, Jalan Merdeka, Gundaling I, Berastagi, Kamis (14/2/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, BERASTAGI - Menanggapi harga tiket pesawat yang akhir-akhir ini mengalami kenaikan, membawa dampak negatif bagi wisatawan.

Tak hanya itu, dampak ini juga jelas dirasakan oleh pelaku wisata terutama bidang perhotelan. Terutama bagi hotel-hotel yang ada di kawasan wisata Berastagi.

General Manager (GM) Hotel Internasional Sibayak Berastagi Dedi Nelson, mengungkapkan kenaikan harga tiket ini memang belum dirasakan. Namun, dirinya mengaku cemas jika kebijakan ini berlangsung lama, akan membawa dampak buruk bagi pariwisata Indonesia.

Dedi mengatakan, kemungkinan efek tingginya harga tiket ini akan dirasakan oleh pelaku bisnis hotel mulai bulan depan. Tak hanya itu, mulai akhir bulan ini dirinya juga menduga sudah terasa.

"apalagi pas nanti tutup buku, pasti ketauan menurunnya," ujar Dedi, saat ditemui di Hotel Sibayak, Jalan Merdeka, Berastagi, Kamis (14/2/2019).

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Perwakilan Cabang (DPC) Indonesia Hotel General Manager Asosiasion (IHGMA) itu mengungkapkan, dampak yang jelas terasa tentunya bagi wisatawan dalam negeri atau domestik. Dikatakannya, dengan harga tiket yang melambung tinggi, tentunyanya masyarakat berpikir dua kali untuk melakukan perjalanan wisata terlebih ke luar daerah.

"Biasanya wisatawan domestik yang berkurang, karena pastinya mikir mau pergi-pergi tiket mahal. Kalau masih Sumut saja mungkin bisa, tapi kalau sudah luar daerah pasti mereka juga berpikir dua kali," ucapnya.

Dirinya menjelaskan, untuk wisatawan mancanegara sebenarnya tidak terlalu berpengaruh. Karena biasanya turis dari luar negeri sudah mempersiapkan rencana liburannya jauh-jauh hari.

"Seperti biasa kalau dari luar negeri memang sudah punya rencana jauh-jauh hari. Kalau wisatawan kita ini kan kebiasaannya mesan tiket sudah mau dekat liburan, jadi lihat harga tiket mahal jadi batal," katanya.

Meskipun dampak tidak langsung dirasakan, namun kekhawatiran sudah dirasakan sejak sekarang. Karena, jauh-jauh hari pihak hotel biasanya sudah memikirkan target yang akan dicapai. Seperti jumlah kunjungan wisatawan yang nantinya akan berpengaruh kepada pendapatan hotel.

"Kalau kekhawatiran pasti ada, apalagi pasti 
Kalau naik harga tiket ini, pastinya akan ada efek domino. Mulai dari perhotelan, tempat wisata, kuliner, sampai penjual souvenir," ungkapnya.

Anggota Persatuan Hotel Restoran Indonesia itu menyebutkan, saat ini memang belum didapat angka pasti perihal penurunannya. Namun, menurut informasi dari masing-masing anggota persatuannya diduga penurunan mencapai angka 13 persen.

Menanggapi hal ini, dirinya mewakili pengusaha hotel lainnya berharap agar pemerintah cepat menanggapi hal ini. Dirinya juga meminta agar setiap mengambil kebijakan, pemerintah bisa lebih peka dan memikirkan dampak-dampaknya.

"Pemerintah harus lebih cepat menanggapi kenaikan harga ini, dan juga dalam mengambil keputusan harus bersinergi dengan seluruh pihak lainnya. Seperti pelaku wisata hotel dan asosiasi travel," pungkasnya.

(cr4/tribun-medan.com) 

Penulis: Muhammad Nasrul
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved