IMPM Mewadahi Pengabdian Mahasiswa

Kita peduli dan berbagi bersama. Bukan untuk masyarakat saja, tetapi sesama kita.

IMPM Mewadahi Pengabdian Mahasiswa
TRIBUN MEDAN/HO
Ikatan Mahasiswa Peduli Masyarakat (IMPM) Universitas Sumatera Utara (USU) pada satu kegiatan, waktu lalu. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Mahasiswa adalah agen perubahan dan agen pengendali sosial. Keduanya termasuk ke dalam tri dharma perguruan tinggi yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian. Ketika pendidikan dan penelitian didapatkan di kampus, pengabdian diperlukan untuk menerapkan ilmu yang didapat.

Untuk itu, sebagai mahasiswa, pastilah membutuhkan satu wadah yang bisa menaungi kewajiban mahasiswa dalam terjun langsung ke masyarakat.

Jika Anda mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU), wajib rasanya bergabung dalam Ikatan Mahasiswa Peduli Masyarakat (IMPM).

Menurut Sekretaris IMPM Nur Fajrina Arwan Nasution mengatakan, satu Unit Kegiatan Mahasiwa di USU ini berdiri pada Desember 2014.

"IMPM berdiri atas usulan beberapa founder yang menginginkan ada organisasi yang dinaungi agar mahasiswa bisa terjun dari masyarakat. Karena kita sebagai mahasiswa, ketika selesai kuliah, dituntut untuk ke masyarakat dan bersosial," katanya kepada Tribun, Rabu (13/2/2019).

Perempuan yang biasa dipanggil Faja ini menambahkan, IMPM berdiri dengan visi, misi, motto, tujuan dan cita-cita seperti nama UKM yaitu care and share together.

"Kita peduli dan berbagi bersama. Bukan untuk masyarakat saja, tetapi sesama kita. Mahasiswanya juga dibekali ilmu-ilmu dan standarisasi. Kita ada pendidikan dan pelatihan. Kita juga harus bisa memasyarakatkan kita sendiri. Kami sebagai pengurus, juga belajar pelatihan dasar kepemimpinan," katanya.

Inti dari IMPM tentu terletak pada divisi pengabdian masyarakat. Dalam satu tahun, mereka melaksanakan pengabdian utama di satu desa terpencil yang membutuhkan peran mahasiswa. Ketika turun, mereka melakukan penyuluhan dan mengajar anak-anak.

"Tahun 2018 lalu, kita pengabdian akbar pada Desember di Hamparan Perak. Biasanya kita berkegitan selama dua hari. Kita adakan pengobatan umum gratsis. Kita datangkan langsung dokter dari Medan agar tidak sembarangan," lanjutnya.

Faja juga menceritakan rangakaian kegiatan mereka di sana, mulai dari senam jantung sehat, IMPM Mengajar untuk Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama. Anak-anak di sana diajarkan pengetahuan mengenai HIV/Aids, pengelolaan sampah, perilaku hidup bersih dan sehat.

"Kita juga adakan sunatan massal gratis. Pengobatan umum gratis seperti pemeriksaan gigi dan mulut, paru dan penyakit dalam. Setelah mereka berobat, kita berikan resep obat," tambahnya.

Halaman
12
Penulis: Nanda Rizka Nasution
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved