Menteri Sosial Agus Gumiwang Borong Sate Pedagang di Lapangan Benteng

Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita saat berkunjung ke acara penyerahan Bantuan Sosial Sembilan Bahan Pokok

Menteri Sosial Agus Gumiwang Borong Sate Pedagang di Lapangan Benteng
TRIBUN MEDAN/M ANDIMAZ KAHFI
Menteri Sosial Republik Indonesia Agus Gumiwang saat membagi-bagikan 1000 paket sembako kepada warga kurang mampu di Kota Medan secara simbolis. 

TRIBUN-MEDAN.com - Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita saat berkunjung ke acara penyerahan Bantuan Sosial Sembilan Bahan Pokok (Sembako) kepada 1000 Kepala Keluarga (KK) disambut meriah warga medan.

Khususnya 1000 KK yang menerima bantuan tersebut, di Lapangan Benteng, Jalan Pengadilan, Medan, Kamis, (14/2/2019). Mereka tampak antusias mengantre untuk mendapatkan bantuan. 

Di saat Agus mengambil posisi tempat duduk beserta Wakil Gubernur, Wali Kota Medan, dan Anggota DPRRI Komisi I, sembari ia menyalami warga yang hadir di acara tersebut. 

Saat itu juga, penjual sate menghampirinya agar bisa bersalaman dengan sang menteri yang merupakan putra dari Ginanjar Kartasasmita Mantan Menteri Negara Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri era Orde Baru. 

Agus pun langsung memanggil penjual sate, serta memborong semua satenya. Kemudian Agus menyuruh satu di antara Staff-nya untuk membayarkan sate tersebut. 

Sate yang dibeli Agus pun dibagi-bagi dengan warga yang hadir di acara tersebut. Warga pun dengan antusias menyerbu penjual sate,  yang sedang memegang talam tempat satenya. 

Boy Penjual Sate yang satenya diborong Menteri Sosial, Agus Gumiwang Kartasasmita di acara Penyeraharan Sembako Kepada 1000 Kepala Keluarga, Lapangan Benteng, Jalan Pengadilan, Sumatera Utara, Medan, hari Kamis, (14/2/2019).
Boy Penjual Sate yang satenya diborong Menteri Sosial, Agus Gumiwang Kartasasmita di acara Penyeraharan Sembako Kepada 1000 Kepala Keluarga, Lapangan Benteng, Jalan Pengadilan, Sumatera Utara, Medan, hari Kamis, (14/2/2019). (TRIBUN MEDAN/Ahkcyar Giantoro)

Setelah itu dagangan penjual sate pun ludes seketika, Ia tersenyum sumringah dan berlari terburu - buru untuk pulang. 

"Rasanya sangat senang kali la om, sangat senang kali hari ini. Agak murah rezeki awak, senang kali hari ini, tapi yah udah om terlalu lama ya, awak pun mau buru buru," kata Boy.

Sangkin senangnya, Boy pun ingin cepat pulang ke rumahnya. Boy menyebut alamat tempat tinggalnya LP, singkatan dari Lupbuk Pakam. 

Kemudian, Boy pun dengan sigap menggunakan kain jarik untuk membukus talam tempat satenya. Setelah itu, Boy berjalan cepat sambil menenteng talam tersebut. 

"Ya gitu la, sekali-sekali om. Setahun sekalinya om, setahun sekali pun belum tentu awak dapat kayak gini om. Sekitar 700 ribu dikasihnya," ujar Boy. (CR22) 

Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved