PPP Dituding Dukung Gerakan LGBT, Ini Tanggapan Ketum Romahurmuziy

Ketua Umum PPP Romahurmuziy angkat bicara menanggapi pesan yang dianggap meresahkan tersebut.

PPP Dituding Dukung Gerakan LGBT, Ini Tanggapan Ketum Romahurmuziy
TRIBUNNEWS/FITRI WULANDARI
Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad 'Romy' Romahurmuziy di Bandara Ferdinand Lumban Tobing, Sumatra Utara, Selasa (18/12/2017). 

TRIBUN-MEDAN.com, JAKARTA-Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dituding sebagai partai yang mendukung pengesahan UU LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender).

Tudingan tersebut beredar secara luas melalui pesan berantai (broadcast message) di grup-grup WhatsApp dan media sosial.

Ketua Umum PPP Romahurmuziy angkat bicara menanggapi pesan yang dianggap meresahkan tersebut.

Pria yang kerap disapa Rommy itu menegaskan bahwa partainya tidak akan pernah mendukung LBGT.

Rommy juga mengatakan tidak ada pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), yang berkaitan dengan upaya mendukung legalisasi LGBT di Indonesia.

Lebih lanjut, Rommy menyebut apabila pesan berantai yang menuding partainya itu merupakan sebuah kampanye hitam.

"Itu adalah kampanye hitam karena tidak ada hujan dan angin tiba-tiba ada tuduhan seperti itu," kata Rommy, di  Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (13/2/2019).

"Padahal di DPR pun tidak ada UU yang bisa dihubungkan atau dikaitkan dengan disetujuinya keberadaan LGBT, kecuali revisi kita UU pidana masih berjalan."

"Posisi PPP sejak Januari 2018 pertama kali digulirkan revisi KUHP partai kita tetap konsisten kapan pun juga menolak keberadaan LGBT, karena tidak ada ada satu agama yang memperbolehkan," sambungnya.

Rommy menilai bahwa tuduhan yang dilayangkan pada PPP adalah tindakan keji.

Halaman
12
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved