Turun ke Desa-desa, Siswa SMA YPSA Belajar Hidup Sederhana lewat Program Homestay XIV

Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyyah (YPSA) melepas siswa-siswi kelas XI SMA YPSA yang akan mengikuti program Homestay XIV

Turun ke Desa-desa, Siswa SMA YPSA Belajar Hidup Sederhana lewat Program Homestay XIV
IST
Ketua Umum Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyyah (YPSA) Hj. Rahmawaty yang didampingi Pembina YPSA Buya Sofyan Raz saat melepas siswa-siswi kelas XI SMA YPSA . 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyyah (YPSA) melepas siswa-siswi kelas XI SMA YPSA yang akan mengikuti program Homestay XIV 14-18 Februari 2019 ke Nagori Sahkuda Bayu Kecamatan Gunung Malela Kabupaten Simalungun, Kamis (14/2/19).

“Saya harapkan siswa-siswi kelas XI SMA dapat pengalaman berharga selama mengikuti homestay dan tinggal dengan orang tua angkat di desa nantinya. Belajarlah dari hidup kesederhanaan mereka di desa. Jagalah nama baik sekolah, tunjukkan kedisplinan kamu, jaga selalu ibadah dan tingkah laku kalian” tegas Ketua Umum Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyyah (YPSA) Hj. Rahmawaty yang didampingi Pembina YPSA Buya Sofyan Raz saat melepas siswa-siswi kelas XI SMA YPSA .

Kepala SMA YPSA Bagoes Maulana, menjelaskan bahwa Homestay merupakan salah satu program kegiatan belajar SMA YPSA. Selama 5 hari siswa-siswi SMA YPSA tinggal di rumah-rumah penduduk di sana. Setiap rumah di isi 2 sampai 3 siswa.

Baca: LIVE LIGA EUROPA Malam Ini (Jumat Dini Hari) BATE vs Arsenal, Malmo vs Chelsea, LINK LIVE STREAMING

Siswa dapat melakukan pekerjaan orangtua angkat di desa tersebut seperti ke sawah, ke ladang, ke kolam, ke peternakan, atau apapun pekerjaan orang tua angkatnya, siswa harus dapat membantu. Selama tinggal di rumah orang tua angkat, siswa-siswi yang berjumlah 137 siswa ini tetap disuguhi makanan dan minuman seperti biasa yang keluarga angkat makan dan minum.

Siswa juga mengikuti kegiatan masyarakat di sana seperti wirid, olahraga bersama warga di desa, kegiatan desa lainnnya, mengunjungi kantor daerah setempat, mengunjungi sekolah  yang ada di desa tersebut. Dan banyak lagi kegiatan yang menunjang pengetahuan siswa.

Bagoes Maulana juga menambahkan bahwa tujuan kegiatan ini adalah mengisi kecerdasan spiritual (SQ) siswa dengan mengkaitkan berbagai profesi/keahlian di masyarakat sebagai simbiosis yang saling menguntungkan, meng-upgrade pengetahuan terapan yang terdapat di masyarakat dengan mengalaminya secara langsung, melatih pola interaksi sosial siswa dengan berbagai lapisan masyarakat dengan prinsip adaptasi dan adopsi.

Selain itu juga melatih kemandirian siswa dalam mengatasi berbagai permasalahan, melatih pola berfikir konseptual dalam menulis laporan akhir, melatih kreativitas siswa dalam mencari berbagai informasi di berbagai instansi/masyarakat, menjalankan silaturahmi dan kepedulian masyarakat terhadap sekolah/dunia pendidik. Pendidikan memegang peranan dalam kehidupan karena pendidikanlah yang merubah nasib bangsa ini.

Sampai di tempat tujuan, Suyatno selaku Pangulu Nagori Bayu Sahkuda dan warga menyambut siswa-siswi kelas XI SMA YPSA di halaman masjid desa Nagori Sahkuda Bayu kecamatan Gunung Malela kabupaten Simalungun

Suyatno, Pangulu Nagori Bayu Sahkuda mengatakan atas nama pemerintah Nagori mengucapkan terima kasih dan selamat datang kepada YPSA semoga homestay dapat berjalan lancar. "Semoga siswa YPSA mendapatkan target pendidikan dan wawasannya di desa kami ini. Semoga juga desa kami ini mendapatkan manfaat kebaikan untuk kita semua," ungkapnya.

Baca: Sekolah Ini Dilarang Terima Murid Baru Karena Iklan Kacamata

Selain itu Isman pemuka masyarakat mengatakan dalam sambutannya, “Sangat bersyukur untuk kedua kali desa kami dikunjungi ratusan siswa dari Medan dan inilah desa kami dan ini daerah kami. Semoga siswa SMA YPSA dapat beradaptasi dengan lingkungan di sini”.

Camat Gunung Malela Jayamin Sipayung mewakili bupati Simalungun JR Saragih mengatakan, ia sangat menyambut baik dan mengharapkan juga kepada orang tua asuh agar dapat menerima dan memperlakukan anak-anak ini seperti anak sendiri.

"Untuk anak anak agar menjaga kesehatan karena pola makan dan udara sedikit berbeda. Anggaplah bapak ibu orang tua asuh sebagai ibu bapak sendiri. Saya harapakan agar kalian dapat mengambil pengalaman dan pelajaran selama disini serta saya doakan kedepan menjadi pemimpin negeri ini,” ungkapnya.

Editor: Muhammad Tazli
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved