Berkunjung ke Danau Toba, Anton Sihombing 'Warning' KMP Ihan Batak

Anton pun langsung menasihati Petinggi KMP Ihan Batak yang ikut bersamanya termasuk Direktur ASDP Kementerian Perhubungan, Candra.

Berkunjung ke Danau Toba, Anton Sihombing 'Warning' KMP Ihan Batak
TRIBUN MEDAN/ARJUNA BAKKARA
Anton Sihombing, Anggota DPR RI saat berbicara dengan Nakhoda KM Ihan Batak di Ruang Nakhoda, Tobasa, Kamis (14/2/2019) 

TRIBUN-MEDAN.COM, SAMOSIR - Kunjungan kerja Anggota Komisi V DPR RI ke Dermaga Ajibata, membuat heboh ruang Nakhoda KMP Ihan Batak, di Kecamatan Ajibata, Tobasa, Kamis (14/2/2019).

Anton hadir bersama Jhoni Allen Marbun, Sahat silaban serta rombongan lainnya.

Anton dan rombongan disambut Koordinator Basarnas Danau Toba Torang Hutahayan, kepala Kantor SAR Medan Toto Mulyono, UPT Dishub Propinsi TB Simanjuntak.

Dalam kunjungannya, Anthon langsung naik ke Ruang Nakhoda KM Ihan Batak.

Di ruangam Nakhoda, Anton terkejut menemukan kejanggalan terhadap Nakhoda.

Mimik Anthon pun mulai berubah, dan geram.

Soalnya, dia menemukan nakhoda yang ada di balik Kemudi KMP Ihan Batak tidak memiliki SK Nakhoda.

Anton semakin geram Nakhoda yang dia temui, atas nama Otto Hutajulu tidak memiliki SK dan mengaku Nakhoda cadangan.

Anton pun langsung menasihati Petinggi KMP Ihan Batak yang ikut bersamanya termasuk Direktur ASDP Kementerian Perhubungan, Candra. Dia menegaskan, rute tersebut tidak boleh dianggap sepele

"Sebab kecelakaan-kecelakaan kapal itu terjadi karena lengah, dan ini tidak bisa dibiarkan. Mana ada istilah wakil nakhoda, kalau nakhoda ya nakhodalah dan jika nakhodanya tidak ada, kapal ini tidak bisa berlayar dan saya ingatkan ke Pak Candra yah," tegasnya kepada Direktur ASDP Kementerian Perhubungan, Candra.

Otto Hutajulu yang pemilik titel Mualim I/Garis III dalam perkapalan itu hanya asisten Nakhoda, bukan Nakhoda.

April sebagai GM KMP Ihan Batak (Operator Pengelola) hanya terlihat pasrah dengan temuan dan situasi di ruangan Nahkoda KMP Ihan Batak.

Apalagi, Otto Hutajulu tampak gugup saat dicercar dengan sejumlah pertanyaan dari Anthon yang juga mantan kapten kapal. Banyak pertanyaan yang tak terjawab membuat Anthon Sihombing geram.

"Makanya harus Captain kapal yang mengendalikan KMP Ihan Batak itu," ujar Anton sembari menelusuri anak tangga KMP Ihan Batak sambil menuju proyek lainnya di sekitar Dermaga Ajibata yang terlihat masih sebatas pondasi.

(Jun-tribunmedan.com)

Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved