Wacana Penutupan Merdeka Walk, Pengelola: Kami Ikut Pemerintah tapi Hormati Kontrak

ada ratusan tenaga kerja di yang bekerja di Merdeka Walk. Termasuk tukang sapu dan perawat tanaman

Wacana Penutupan Merdeka Walk, Pengelola: Kami Ikut Pemerintah tapi Hormati Kontrak
TRIBUN MEDAN
Warga berada di lokasi Merdeka Walk, Medan, Sumatera Utara, Medan, Selasa (12/2/2019). Gubernur Sumut Edy Rahmayadi berencanca menutup pusat kuliner Merdeka Walk dan akan dijadikan Ruang Terbuka Hijau (RTH).TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI 

TRIBUN-MEDAN.Com, MEDAN – PT Orange Indonesia Mandiri (OIM) menanggapi santai wacana penutupan Merdeka Walk yang dilontarkan oleh Gubernur Sumut Edy Rahmayadi. Humas PT OIM Alamsyah mengatakan, pihaknya mengikuti saja apa yang dikatakan oleh pemerintah.

“Saya pikir, ya kita ikut aja apa yang dibilang pemerintah. Tentunya kita dukung, tapi mohon juga dihormati, kontrak yang sudah dilaksanakan. Kontrak sampai 20 tahun,” ujarnya ketika dihubungi, Minggu (17/2/2019).

Ia mengatakan, setelah kontrak selesai, barulah pemerintah bisa membuat akan menjadi apa Merdeka Walk nantinya. Alamsyah pun mengatakan, ada ratusan tenaga kerja di yang bekerja di Merdeka Walk. Termasuk tukang sapu dan perawat tanaman. Sebab pohon-pohon yang ada di Merdeka Walk mereka yang merawatnya.

“Ada ratusanlah, termasuk yang tukang sapu. Tentunya kalau Merdeka Walk ditutup, ini akan berdampak pada mereka juga. Kalau Merdeka Walk ditutup, siapa yang mau menanggulangi? Tenaga kerja berapa banyak, itu semua harus dipertimbangkan,” katanya.

Kontrak dengan Pemerintah Kota Medan pun masih sangat panjang, hingga 2023. Karena itu PT OIM berani berinvestasi besar. Ia pun mengatakan Merdeka Walk saat ini sudah menjadi ikon Kota Medan.

“Belum pernah ada diperpanjang. Kalau tidak salah kontraknya berakhir 2023, itu urusannya dengan Pemko Medan,” jelasnya.

Ia pun mengatakan agar pemerintah mempertimbangkan kebijakan tersebut. Jangan sampai membuat orang atau wisatawan tak mau lagi datang ke Sumut.

"Bagaimana orang mau berinvestasi di sini. Jangan buat orang takut datang ke Sumut untuk investasi," ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, terkait wacana Gubernur Sumut Edy Rahmayadi untuk menutup Merdeka Walk, Wali Kota Medan T Dzulmi Eldin mengatakan Merdeka Walkdari dulu sudah dibangun seperti itu.
Ia mengatakan, dahulu lahan yang dijadikan sebagai Merdeka Walk saat ini adalah lahan parkir taksi-taksi gelap dan kehidupan malam Kota Medan.

Hal ini dikatakannya usai menghadiri pemberian bantuan sembako kepada 1.000 KK masyarakat kurang mampu Kota Medan di Lapangan Benteng, Kamis (14/2/2019). Ia juga mengatakan, lokasi Merdeka Walk saat ini dulunya banyak dijadikan sebagai tempat kenakalan yang tidak bisa dikontrol.

Halaman
123
Penulis: Liska Rahayu
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved