Delapan Petani Disidang karena Mengolah Lahan PT Prima SUM

Delapan terdakwa disidangkan lantaran dianggap telah memakai, mengelola, menguasai lahan PT Prima SUM secara tidak sah.

Delapan Petani Disidang karena Mengolah Lahan PT Prima SUM
TRIBUN MEDAN/DEDY KURNIAWAN
Petani Kecil Diduga Dikriminalisasi Lantaran Mengolah Lahan PT Prima SUM 

TRIBUN-MEDAN.com, STABAT - Delapan orang terdakwa, warga yang didominasi petani Batang Serangan, Kabupaten Langkat menjalani sidang lanjutan terkait perkara lahan PT Prima SUM.

Penasehat hukum delapan terdakwa menyampaikan nota pembelaan terdakwa di PN Stabat, Senin (18/2/2019)

Kuat dugaan ada unsur kriminalisasi para petani. Delapan terdakwa disidangkan lantaran dianggap telah memakai, mengelola, menguasai lahan PT Prima SUM secara tidak sah.

Kedelapan terdakwa yakni, Agus Junita (39), Yatima alias Aten (42), Teiget Bangun (42), Agusri alias Agus (41), Ngator Bangun (50), Paimin (47), Sukino (49) dan Subali (56). JPU menuntut terdakwa melanggar Pasal 107 huruf a UU RI No 39 Tahun 2014 Tentang Perkebunan jo Pasal 55 ayat (1) KHUp jo Pasal 64 ayat (1) dalam dakwaan alternatif kesatu.

Dalam perkara ini, lima orang Penasehat Hukum dan Advokat para terdakwa membacakan nota pembelaan masing-masing. Usia sidang Penasehat Hukum terdakwa, Togar Lubis dan rekan-rekan menyatakan tidak terima dengan hasil tuntutan 10 bulan dari JPU.

"Tadi kami membacakan nota pembelaan atas tuntutan JPU pada hari Kamis yang lalu selama 10 bulan penjara. Kita tidak sepakat, unsur-unsur tidak terpenuhi, inti dari tuntutan dan dakwan bahwa masyarakat dituduh dan dituntut lakukan penguasaan lahan PT Prima SUM, padahal di persidangan bahwa tahun 1990 ada 2000 masyarakat telah mengusahai lahan dan sama sekali tidak pernah diingatkan," katanya.

"Bahkan kemarin saksi yang menguntungkan, mantan salah satu manajer PT Prima SUM itu sendiri tahun 2010 sampai 2013 dia katakan PT Prima SUM bahkan membeli buah masyarakat, menawarkan masyarakat agar buah dibeli PT Prima, nah di sini kan gak masuk akal semua. Kita berharap keadilan masih ada," pungkansya..

(dyk/tribun-medan.com)

Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved