Ketua KNKG: CSR Harus Memberikan Manfaat Bukan Hanya Kepada Komunitas

Ketua Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG), Mas Ahmad Daniri menuturkan, Corporate Social Responsibility (CSR)

Ketua KNKG: CSR Harus Memberikan Manfaat Bukan Hanya Kepada Komunitas
TRIBUN MEDAN/AYU PRASANDI
Ketua Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG), Mas Ahmad Daniri saat menjadi pembicara di┬áseminar nasional Corporate Social Responsibility (CSR) yang diadakan Bank Sumut di Hotel Santika Medan, Senin (18/2/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Ayu Prasandi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Ketua Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG), Mas Ahmad Daniri menuturkan, Corporate Social Responsibility (CSR) jika sifatnya donasi maka pastinya akan terbatas dan tidak berkelanjutan.

Hal tersebut dikatakannya saat menjadi salah satu pembicara di seminar nasional Corporate Social Responsibility (CSR) yang diadakan Bank Sumut di Hotel Santika Medan, Senin (18/2/2019).

Ia menjelaskan, semakin banyak program CSR yang memberikan manfaat bukan hanya kepada komunitas yang menjadi target CSR tetapi juga pada perusahaan dan juga stakeholder yang lain.

“Semaki banyak bisa menciptakan manfaat maka akan semakin lebih bagus. Karena perusahaan tentu merasa bahwa membuat program CSR bukan beban dan memberikan manfaat kepada perusahaan,” jelasnya.

Ia menerangkan, pada saat menyusun program CSR yang paling penting itu adalah kajian analisis kebutuhan sosial dan lingkungan. Dari situ kemudian dibuat program-programnya untuk menjawab dan menyelesaikan persoalan-persoalan sosial.

“Saat ini, banyak perusahaan-perusahaan yang sudah menjalankan hal tersebut. Tren saat ini sudah mengarah kelebih benar, tidak seperti jaman dulu yang hanya sekadar memberikan donasi saja,” terangnya.

Ia menuturkan, dan saat ini sudah banyak perusahaan yang mulai membuat CSR dengan benar dan memberikan manfaat yang tepat.

“Setiap daerah mungkin kebutuhannnya bisa berbeda. Hanya saja yang harusnya dipahami, kebutuhan itu berbeda dengan keinginan. Jadi pada waktu melakukan kebutuhan sosial harus bisa secara jelas memisahkan antara kebutuhan dan keinginan,” tuturnya.

Ia mengatakan, jika dasar membuat CSR hanya keinginan maka belum tentu bisa bermanfaat maksimal karena tidak bisa dipisahkan antara kebutuhan dan keinginan.(pra/tribun-medan. com)

Penulis: Ayu Prasandi
Editor: Ismail
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved