Terkait Curhat Sabrina di Facebook, Pengacara Berharap Polisi Tidak Sensi, Ini Hanya soal Oknum!

Jetra membantah pernyataan Reskrim Polres Taput AKP Hendro Sutarno yang menyebut kliennya Sabrina Bakkara telah membuat berita hoaks

Terkait Curhat Sabrina di Facebook, Pengacara Berharap Polisi Tidak Sensi, Ini Hanya soal Oknum!
TRIBUN MEDAN/IST
Kirip Bakkara dan ibunya Nurhayati Sihombing saat dibawa ke Kantor Polisi. 

TRIBUN-MEDAN.COM, TAPUT - Pengacara Sabrina Bakkara, Jetra Bakkara menyuarakan tindakan Sabrina di akun media sosial Facebook yang sempat viral beberapa waktu lalu merupakan curahan hati terhadap kasus yang dialaminya.

Jetra membantah pernyataan Reskrim Polres Taput AKP Hendro Sutarno yang menyebut kliennya Sabrina Bakkara telah membuat berita hoaks yang merusak citra institusi kepolisian di media sosial.

"Apa yang diungkapkan Sabrina itu adalah curahan hati atas oknum penyidik yang menangani perkara keluarganya. Polisi tidak boleh terlalu sensi, sebab bukan institusi yang dimakaud melainkan oknum," ujar Jetra, Senin (18/2/2019) di Tarutung.

Menurut Jetra, postingan Sabrina tidak bermaksud menyudutkan institusi Polri dalam tahapan proses penyidikan dugaan penganiayaan anak yang melibatkan 3 kliennya.

Selain Sabrina, yang me jadi klien Jetra merupakan Kirip Bakkara (63) dan Nurhayati Sihombing (60) dituding terpidana kekerasan anak di sidang di PN Tarutung pada 28 Januari 2019 lalu.

Disebut Jetra, kliennya Sabrina mengaku yang memperlakukan tidak adil bukan institusi kepolisian, tetapi oknum polisinya. "Sangat jelas distatusnya mencatut nama oknum polisi yang dimaksud,” tambah Jetra.

Dia menambahkan, curahan hati Sabrina hanya bertujuan mengkritiki kinerja tiga oknum penyidik Polsek Muara yang diduga telah melakukan kesalahan prosedur dalam penanganan kasus dugaan penganiayaan yang terjadi pada 2018 lalu.

Ketiga penyidik Polsek Muara tersebut yakni PS, AN, dan FS diduga sudah melakukan kesalahan prosedur disaat penangkapan dan upaya jemput paksa terhadap Sabrina bersama ayah dan ibunya yang sudah berusia lanjut.

Dugaan kesalahan prosedur yang dilakukan ketiganya, kata Jetra, terindikasi terjadi pada saat ketiganya melakukan penangkapan dan penjemputan paksa terhadap para tersangka.

"Ketiga oknum penyidik telah melakukan penjemputan paksa pada malam hari, padahal jelas tersangka Kirip dan Nurhayati sudah termasuk kategori lanjut usia, sehingga kami juga menyoroti persoalan hak azasi manusia,” katanya.

Halaman
12
Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved