Virus Flu Babi Afrika Ditemukan Dalam Pangsit Beku, Jadi Permasalahan Serius di Berbagai Negara

Perusahaan tersebut mengatakan paket kiriman pangsit beku yang diduga terkontaminasi tersebut telah sampai ke toko-toko kelontong.

Virus Flu Babi Afrika Ditemukan Dalam Pangsit Beku, Jadi Permasalahan Serius di Berbagai Negara
Pixabay/Resepdanmakanan
Ilustrasi Babi dan Pangsit 

Virus Flu Babi Afrika Ditemukan Dalam Pangsit Beku, Jadi Permasalahan Serius di Berbagai Negara

TRIBUN-MEDAN.com-Sebuah produsen makanan di China mengeluarkan pernyataan mengejutkan tentang temuan jejak virus flu babi Afrika dalam produk pangsit beku mereka.

Pernyataan resmi menyebutkan ratusan ribu ekor babi telah dimusnahkan otoritas terkait di China dalam upaya untuk menghentikan penyebaran virus flu babi Afrika tersebut.

Upaya lain yang dilakukan adalah melalui pembatasan pengiriman babi dari daerah yang terdampak.

Sanquan Food, produsen makanan yang berbasis di provinsi Henan, telah mengeluarkan pernyataan publik yang mengkonfirmasi laporan media yang menyebutkan adanya produk pangsit beku yang terkontaminasi ditemukan di dua provinsi yang tidak berbatasan dengan kawasan terdampak.

Perusahaan tersebut mengatakan paket kiriman pangsit beku yang diduga terkontaminasi tersebut telah sampai ke toko-toko kelontong.

Namun perusahaan menegaskan telah menyegel produk yang terkontaminasi dan kini akan bekerja sama dengan pihak berwenang. Pernyataan perusahaan tidak menyebutkan penarikan yang lebih luas.

Ilustrasi pangsit beku.
Ilustrasi pangsit beku. (SHUTTERSTOCK)

Sementara sebuah laporan media China yang belum dikonfirmasi menyatakan bahwa produk olahan daging babi yang diproduksi sejumlah perusahaan lain juga terdeteksi telah terkontaminasi virus.

China telah menjadi negara konsumen dan produsen daging babi terbesar di dunia dan kini tengah berjuang mengatasi wabah virus flu babi Afrika sejak kasus pertama yang terdeteksi pada Agustus 2018 lalu.

Flu babi Afrika sejauh itu dilaporkan tidak membahayakan bagi manusia, namun dapat berakibat fatal bagi ternak babi, sehingga menimbulkan ketakutan bagi industri daging babi di negara itu.

Halaman
1234
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved