Warga Heran, Jaringan Gas Alam Belum Bisa Dipakai

Ya terus terang saja kalau aku enggak mau masang di rumah. Keamanannya enggak ada kita lihat.

Warga Heran, Jaringan Gas Alam Belum Bisa Dipakai
TRIBUN MEDAN/INDRA GUNAWAN SIPAHUTAR
Warga Tanjung Morawa B, Manahan Dalimunte menunjukkan meteran pada jaringan gas alam yang sudah terpasang Senin, (18/2/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com- Hingga saat ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) belum juga memfungsikan penggunaan gas alam ke rumah-rumah warga di tujuh desa di wilayah Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deliserdang.

Meski pemasangan jaringan gas alam sudah selesai dikerjakan oleh PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) diakhir tahun 2018 namun pada saat ini warga belum dapat memanfaatkannya.

Adapun tujuh desa yang sudah terpasang jaringan gas alam itu yakni Desa Wonosari, Dalu X A, Tanjung Morawa A, Tanjung Morawa B, Dagang Krawang, Dagang Klambir, Tanjung Baru dan Kelurahan Tanjung Morawa Pekan.

Salah satu warga Gang Tape Desa Tanjung Morawa B, Manahan Dalimunte mengaku heran mengapa hingga kini jaringan gas alam itu belum bisa dimanfaatkan. Menurutnya sudah sejak akhir tahun 2018 lalu jaringan gas di wilayah tempat tinggalnya itu selesai dikerjakan. Karena belum bisa dimanfaatkan saat ini ia dan warga lainnya masih menggunakan gas elpiji 3 Kg.

"Ya kita enggak tau juga kenapa bisa seperti ini, katanya kemarin 2019 sudah bisa difungsikan tapi sampai sekarang ya gini sajalah. Aku kemarin sebenarnya sudah tidak mau masang cuma ada yang datang ke rumah katanya pemasangan gratis. Katanya kalau nanti yang lain sudah terpasang dan kita belum kalau mau masang bayar. Karena dibilang gratis dan tetangga masang semuanya ya sudah lah dalam hati,"kata Manahan.

Terlihat kalau jaringan gas dan meterannya sudah terpasang lengkap di dinding rumah Manahan dan tetangganya. Meski ada yang menunggu-nunggu namun sebagian warga ada yang merasa masih belum berminat untuk memasang jaringan gas alam ini. Meski gratis dan dianggap lebih aman dibanding gas tabung namun ternyata tidak semua warga yang mau dengan alasan takut.

"Ya terus terang saja kalau aku enggak mau masang di rumah. Keamanannya enggak ada kita lihat. Kalau seandainya rumah terbakar siapa yang berani menjamin? Kecuali ada anti ledak, ini racun api saja kita enggak ada, makanya aku enggak mau,"kata Suprapto warga Desa Dalu X A.

Humas PGN, Nani yang dikonfirmasi Tribun mengaku belum mengetahui secara pasti kapan gas alam sudah bisa dimanfaatkan oleh warga. Menurutnya mereka tidak mempunya kewenangan untuk meresmikannya karena menjadi kewenangan dari Dirjen Migas Kementerian ESDM. Disebut kalau mereka hanya bertanggungjawab untuk pengelolaan kedepannya.

"Ya kita enggak tau kapan diresmikan yang di Deliserdang dan yang di Medan. Itu Dirjen Migas lah yang tau kapan. Nanti kalau sudah diresmikan baru diserahkan ke kita di situlah kewenangan kita ada,"kata Nani.

Diresmikan Bulan Depan

Halaman
12
Penulis: Indra Gunawan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved