Direktur Kriminal Khusus Membenarkan Sudah Memeriksa Sugiat Santoso

Yang bersangkutan sudah datang memenuhi panggilan dan sudah kita lakukan pemeriksaan dengan status sebagai saksi.

Direktur Kriminal Khusus Membenarkan Sudah Memeriksa Sugiat Santoso
Tribun Medan / Array
Dari kiri ke kanan, Ketua KNPI Sumut, Sugiat Santoso, mantan teroris, Khoirul Ghozali, dan Direktur Pencegahan BNPT, Brigjend H Hamidin 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sumut, Sugiat Santoso akhirnya memenuhi panggilan pemeriksaan yang dilayangkan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumut.

Sugiat akhirnya diperiksa oleh Ditreskrimsus Polda Sumut, setelah pemanggilan kedua dilayangkan penyidik.

Direktur Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Sumut, Kombes Pol Rony Samtana yang dikonfirmasi mengatakan bahwa Sugiat telah diperiksa Senin (18/2/2019) kemarin.

"Iya kemarin sudah dilakukan pemeriksaan, yang bersangkutan sudah datang memenuhi panggilan dan sudah kita lakukan pemeriksaan dengan status sebagai saksi," kata Rony, Selasa (19/2/2019).

Soal pemeriksaan lanjutan terhadap Sugiat Santoso setelah diperiksa kemarin,
Rony sebut bahwa semua bergantung perkembangan hasil pengumpulan bukti dan keterangan lebih lanjut.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumut melalui Kasubbid Penmas AKBP MP Nainggolan membenarkan adanya pemeriksaan terhadap Sugiat Santoso.

"Ia memang sudah diperiksa rupanya semalam. Kalau tidak salah pagi dia datangnya pagi," kata MP Nainggolan.

"Diperiksanya sampai kapan kurang tahu saya, karena itu kan teknis pemeriksaan, ya. Saat ini status Sugiat masih saksi. Penyidik akan melakukan gelar perkara untuk menentukan statusnya," urai MP Nainggolan.

Untuk diketahui, Polda Sumut memeriksa Sugiat untuk dimintai keterangan guna melengkapi proses penyelidikan terkait pernyataan Ketua KNPI Sumut Sugiat Santoso yang menyatakan kasus PT Anugerah Langkat Makmur (ALAM), merupakan bentuk kriminalisasi terhadap keluarga H Anif.

Sugiat mengatakan kasus yang menimpa DS tersebut, dinilai aneh dan terkesan mencari-cari kesalahan.

Terlebih kasus ini baru muncul pascaberakhirnya Pemilihan gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) dan menjelang pemilihan presiden (Pilpres) 2019.

"Jangan sampai ada kriminalisasi kepada keluarga H Anif jelang pilpres. Ini akan memicu reaksi masyarakat," tulis Sugiat melalui keterangan tertulisnya, Jumat (1/2/2019).

(mak/tribun-medan.com)

Penulis: M.Andimaz Kahfi
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved