Monitoring Makanan Sudah Dilakukan, Hasilnya Ditemukan Zat Pewarna dan Pemanis

Ia memang hasilnya enggak ada yang berbahaya. Semuanya masih dalam kategori ambang toleransi.

Monitoring Makanan Sudah Dilakukan, Hasilnya Ditemukan Zat Pewarna dan Pemanis
TRIBUN MEDAN/INDRA GUNAWAN SIPAHUTAR
Tim monitoring keamanan pangan Deliserdang mengambil sampel makanan yang dijual pedagang di Taman Buah Lubukpakam, beberapa waktu lalu. 

TRIBUN-MEDAN.com- Monitoring keamanan pangan yang dilakukan oleh Dinas Ketahanan Pangan Deliserdang terhadap beberapa jenis makanan dan minuman yang diambil sampelnya di area lingkungan Pemkab belum menemukan zat-zat yang berbahaya.

Hal itu sesuai dengan hasil uji laboratorium yang telah dikeluarkan. Hal ini dibenarkan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kadis Ketahanan Pangan Deliserdang, Rahman Saleh Dongoran Selasa, (19/2).

"Ia memang hasilnya enggak ada yang berbahaya. Semuanya masih dalam kategori ambang toleransi. Ya tetap ini terus kita lakukan pembinaan sama para pedagang agar menyajikan makanan dan minuman yang sehat,"ujar Rahman.

Meski terhadap makanan dan minuman yang diambil sampelnya masuk dalam kategori ambang toleransi namun dirinya tidak menampik banyak juga temuan yang mereka dapatkan. Salah satunya adalah temuan bahan pewarna dan zat pemanis. Dianggap kalau untuk temuan ini masih kategori toleransi sebab bahannya belum membahayakan.

" Intinya masih negatif, belum ada temuan ada formalin dan boraks. Kita melakukan uji di mobil laboratorium yang kita punya. Kalau hasilnya dalam waktu satu jam hasilnya sudah bisa diketahuinya itu sebenarnya,"kata Rahman.

Disebut mobil laboratorium yang mereka miliki merupakan bantuan Corporate Social Responsibility dari Bank Sumut. Disebut sudah dari tahun 2018 kegiatan monitoring makanan mereka lakukan pasca dianggarkannya peralatan pendukung laboratorium di dalam mobil yang berasal dari APBD. Kegiatan seperti ini disebut terus dilanjutkan karena masuk dalam program.

" Sekarang kita masih melakukan monitoring di wilayah lingkup Pemkab makanya kemarin sampel yang kita ambil makanan dan minuman yang dijual di lokasi Taman Buah dan Kolam Renang Pemkab. Kalau ada temuan yang berbahaya ya kita laporkan sama dinas yang mengelola tempat itu. Kita suruh lah untuk dikeluarkan tidak boleh lagi berjualan di situ,"kata Rahman.

Selain kawasan lingkup Pemerintahan mereka juga akan melakukan kegiatan yang sama di lingkup sekolah-sekolah dan pasar. Monitoring untuk makanan dan minuman sekolah akan dilakukan karena peminatnya adalah anak anak. Untuk pasar yang akan diuji disebut hanya untuk Pangan Segar Asal Tumbuhan.

(dra/tribun-medan.com)

Penulis: Indra Gunawan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved