Ratusan Orang Keracunan Makanan, Gerai KFC di Mongolia Ditutup Sementara

Sebanyak 42 orang korban kini dirawat di rumah sakit, sementara ratusan lain menunjukkan gejala keracunan biasa.

Ratusan Orang Keracunan Makanan, Gerai KFC di Mongolia Ditutup Sementara
Pixabay
Foto Ilustrasi: Mongolia memberhentikan operasi semua restoran KFC di negara itu, setelah puluhan orang menunjukkan gejala keracunan setelah makan di salah satu gerai mereka. (Pixabay)

TRIBUN-MEDAN.com - Mongolia memberhentikan operasi semua restoran KFC di negara itu, setelah puluhan orang menunjukkan gejala keracunan setelah makan di salah satu gerai mereka.

Sebanyak 42 orang korban kini dirawat di rumah sakit, sementara ratusan lain menunjukkan gejala keracunan biasa.

Insiden itu terjadi di Ulaanbaatar pekan lalu.

Menurut Badan Inspeksi Profesional Metropolitan, ini dipicu oleh buruknya pemeriksaan kebersihan internal.

Mereka menambahkan bahwa sebanyak 247 orang telah melaporkan gejala keracunan makanan seperti diare dan muntah.

Pemeriksaan awal menunjukkan itu disebabkan oleh pasokan air di menjadi tempat bakteri berkembang biak.

KFC, yang merupakan bagian dari Yum Brands Inc, membuka restoran pertamanya di Mongolia pada 2013.

Mereka kini telah memiliki 11 restoran di sana, semuanya di ibukota. Mereka dioperasikan oleh mitra waralaba, konglomerat Mongolia Grup Tavan Bogd.

"Kami sangat menyesalkan dampak negatif yang diderita banyak orang, terutama bagi tamu-tamu kami di restoran Zaisan, dan kami bekerja untuk mendukung anggota tim dan pelanggan kami selama masa sulit ini," kata juru bicara KFC Global kepada Reuters dalam sebuah e- surat pada hari Selasa.

"KFC Mongolia bekerja sama sepenuhnya dengan penyelidikan pemerintah dan rekomendasi seputar mengatasi sumber insiden. Ini termasuk penyelidikan menyeluruh dari semua restoran KFC Mongolia, dan secara khusus dalam menentukan penyebab pasti dari insiden yang dilaporkan."

Tavan Bogd meminta maaf dalam pernyataan terpisah, mengatakan insiden itu terjadi karena lemahnya pemeriksaan kualitas internal dan bahwa standar dan peraturan harian tidak dilaksanakan dengan baik.

Pihak berwajib kini tengah melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut. 

(cr12/tribun-medan.com)

Penulis: Sally Siahaan
Editor: Feriansyah Nasution
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved