Sambut Pesta Demokrasi, PLN Gelar Apel Siaga

beberapa kegiatan evaluasi di antaranya rabas-rabas pohon dan pemasangan peralatan JTM (Jaringan Tegangan Menengah).

Sambut Pesta Demokrasi, PLN Gelar Apel Siaga
TRIBUN MEDAN/NATALIN SINAGA
Manajer PT PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Medan, Lelan Hasibuan memimpin apel PLN UP3 ini yang digelar di Cemara Asri, Medan, Selasa (19/2/2019). 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN-
Pesta Demokrasi akan dilangsungkan pada April mendatang, untuk mendukung kelangsungan acara itu PLN gelar apel pasukan siaga.

Dipimpin Manajer PT PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Medan, Lelan Hasibuan, apel PLN UP3 ini digelar di Cemara Asri, Medan, Selasa (19/2/2019).

"Dalam rangka menghadapi Pesta Demokrasi harus kita sukseskan karena pesta demokrasi lima tahunan ini adalah event yang akan menentukan nasib bangsa ini kedepannya. Kita sebagai operator penyedia suplai listrik harus betul-betul mempersiapkan dengan sebaik-baiknya tugas kita ini," ujar
Lelan.

Ia mengatakan dua bulan yang lalu, pihaknya sudah berupaya membangun sistem kabel tanah yang bertujuan untuk kehandalan sistem.

"Apapun yang kita lakukan tidak akan berarti apa-apa kalau sistem distribusi untuk 20KV juga belum baik karena apabila listrik dalam satu komponen tidak baik maka
satu komponen lainnya pun akan terganggu," ucapnya.

Lelan menjelaskan pihaknya harus tahan uji dalam suasana dan kondisi apapun. Guna menghindari kejadian-kejadian dalam penanganan yang lebih sulit maka dilakukan pekerjaan sebelum terjadi gangguan. "Tentu ini jauh lebih mudah dan bermanfaat daripada kita bekerja setelah terjadi gangguan," tambahnya.

Dalam melakukan pekerjaan dan tugas diharapkan petugas PLN tetap mengutamakan K3
(Kesehatan dan Keselamatan Kerja). "Secara fisik kita harus betul-betul sehat, gunakan peralatan yang standar sesuai aturan SOP
(Standar Operasional Prosedur) agar tugas ini berjalan dengan baik. Sehingga tidak merusak lingkungan dan masyarakat sekitar juga tidak terganggu," kata Lelan.

Ia menjelaskan apel kali ini bukan yang untuk yang terakhir namun masih banyak apel yang berikutnya, karena masih ada penyulang-penyulang yang harus dibenahi.

"Frekuensinya diperbesar dengan dibuat seperti gotong royong jadi semua unit kita bekerja hari ini di titik yang kita kerjakan hari ini dan mungkin besok di titik yang lain lagi, untuk wilayah sekitar Kota Medan," jelasnya.

Dengan koordinator adalah pegawai sebagai pengawas yang disebut kontrak yantek yaitu kontrak alihdaya dimana pekerja itu adalah pekerjaan kontraktor yang selalu melaksanakan pekerjaan-pekerjaan gangguan-gangguan dan pelayanan sistem kepada pelanggan.

Halaman
12
Penulis: Natalin Sinaga
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved