Kejadian saat Pelantikan Kepsek di Deliserdang, Mulai Terlambat hingga Ditegur Sekda

Meski bukan jabatan eselon namun untuk melantik mereka ini Pemkab terlebih dahulu meminta persetujuan dari Dirjen Otonomi Daerah (Otda).

Kejadian saat Pelantikan Kepsek di Deliserdang, Mulai Terlambat hingga Ditegur Sekda
TRIBUN MEDAN/INDRA GUNAWAN SIPAHUTAR
ASN yang akan dilantik ditegur Sekda, Darwin Zein karena memakai atribut dengan logo Pemprov Sumut bukan logo Kabupaten Deliserdang, Kamis (21/2/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com- Sebanyak 273 orang Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Dinas Pendidikan Pemkab Deliserdang dilantik dan diambil sumpah jabatan menjadi Pengawas Sekolah dan Kepala Sekolah oleh Wakil Bupati Deliserdang, Zainuddin Mars di gedung Balairung Pemkab Kamis, (21/2/2019).

Meski bukan jabatan eselon namun untuk melantik mereka ini Pemkab terlebih dahulu meminta persetujuan dari Dirjen Otonomi Daerah (Otda) Kementerian Dalam Negeri. Hal ini lantaran posisi Bupati Ashari Tambunan ikut dalam peserta Pemilukada sebelumnya.

Banyak hal yang terjadi ketika momen pelantikan akan dimulai atau pun sudah dimulai. Pada saat acara gladi resik dilakukan ada saja yang terlambat datang. Meski sudah diundang dan disarankan untuk hadir sebelum pukul 14.00 namun ada saja diantara mereka yang terlambat. Hal inipun langsung menjadi pembicaraan banyak orang mengingat mereka kedepannya adalah orang-orang yang akan menjadi contoh.

Tidak hanya itu, Sekda Deliserdang, Darwin Zein yang hadir diacara ini juga sempat menegur seorang wanita yang pada saat gladi resik berada diposisi paling depan. Ketika itu Darwin pun memanggilnya maju ke depan dan mengarah berhadap-hadapan dengan orang-orang yang akan dilantik lantaran memakai atribut bukan Deliserdang di bagian lengan bajunya. Tampak kalau atribut yang terpasang adalah atribut berlogo Pemprov Sumut.

" Ibu coba maju ke depan. Coba lihat dibajunya itu. Sudah benar atau tidak?. Setelah dilantik nanti jangan ada yang aneh-aneh. Semuanya di sini harus bisa menjadi contoh nanti,"kata Darwin Zein.

Melihat anggotanya ditegur, Kadis Pendidikan, Timur Tumanggor pun kemudian mendekati wanita tersebut. Saat itu Darwin meminta agar atribut yang terpasang dibajunya itu dilepas saja. Karena sudah mau dimulai acaranya selanjutnya Timur pun membawa yang bersangkutan kebelakang barisan. Selain menggunakan atribut berlogo Pemprov dibajunya juga tidak terpasang papan nama sehingga beda dengan yang lainnya.

Setelah ke belakang barisan, 10 menit kemudian wanita yang belakangan diketahui merupakan Kepala Sekolah Dasar di Kecamatan Hamparan Perak itu selanjutnya kembali lagi masuk ke barisan depan. " Aku baru sadar kalau salah rupanya. Baru kutempah bajunya ini. Tukang jahitnya yang salah pasang bukan yang (atribut) Deliserdang rupanya yang dipasangnya. Usah ditanya-tanya lah nama saya,"katanya.

Walaupun saat gladi resik sudah diingatkan oleh Protokoler agar pada saat momen Wakil Bupati memberi arahan untuk tidak berisik namun kenyataannya tetap saja terjadi. Sekitar 25 menit Zainuddin Mars memberikan bimbingan dan arahan pada bagian belakang barisan banyak diantara mereka yang dilantik terus-terusan ngobrol. Bahkan ada yang saat itu terus mengotak atik ponselnya.

Wakil Bupati Deliserdang, Zainuddin Mars banyak memberikan bimbingan dan arahan ketika melantik 273 orang Pengawas dan Kepala Sekolah di gedung Balairung Pemkab Kamis, (21/2/2019). Ia berharap agar para Kasek kedepannya bisa mampu menciptakan anak didik yang memang bisa bersaing.

Atas nama Pemkab ia meminta agar semua yang dilantik dapat bekerja sebaik mungkin. Kasek dan Pengawas disebutnya harus benar-benar mampu untuk menegakkan disiplin. Jangan sampai katanya anak didik lebih banyak waktu ditinggal oleh gurunya saat disekolah.

"Harus mampu tegakkan disiplin, saya tidak ingin mendengar bahwa ketika hari Jum,at ataupun Sabtu guru-gurunya banyak yang pamit karena ada pesta atau sebagainya sehingga muridnya pun ditinggal. Masuk dan pulang harus tepat waktu. Kadis Pendidikan yang baru dan masih energik ini akan kita suruh untuk terus mengevaluasi. Kalau memang tidak bisa ganti dan berikan sama yang benar-benar mampu,"kata Zainuddin.

Tidak lupa dirinya pun mengingatkan agar di lingkungan sekolah tidak boleh sama sekali ada yang namanya pungutan liar kepada siswa. Selain itu ia juga mengingatkan agar penggunaan dana Bos dapat dipergunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Dana bos harus dikelola dengan baik, disini baik bukan dalam arti rezeki untuk Kepala Sekolah tapi rezeki untuk masyarakat dalam arti agar dapat membenahi sekolah,"kata Zainuddin.

(dra/tribun-medan.com)

Penulis: Indra Gunawan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved