Peringati Hari Peduli Sampah Nasional, Kapolres Ajak Kurangi Pemakaian Bahan yang Sulit Diurai

Peringatan hari peduli sampah ini, untuk mengenang tragedi longsor di TPA Leuwigajah 13 tahun lalu juga disebabkan karena masalah sampah.

Peringati Hari Peduli Sampah Nasional, Kapolres Ajak Kurangi Pemakaian Bahan yang Sulit Diurai
TRIBUN MEDAN/M NASRUL
Polres Tanah Karo bersama petugas dari Dinas Lingkungan Hidup dan belasan pelajar dari berbagai sekolah, menggelar bersih-bersih di lokasi wisata Gundaling, Kamis (21/2/2019). Kegiatan ini dilaksanakan dalam menyambut hari bebas sampah nasional yang jatuh pada hari ini. 

TRIBUN-MEDAN.com, KABANJAHE - Personel Polres Tanah Karo, bersama petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup, dan belasan pelajar dari berbagai sekolah, menggelar bersih-bersih di lokasi wisata Gundaling, Kamis (21/2/2019).

Aksi ini, dilakukan dalam memperingati Hari Peduli Sampah Nasional yang jatuh pada hari ini.

Amatan www.tribun-medan.com, seluruh peserta yang ikut pada kegiatan ini tampak antusias membersihkan salah satu ikon wisata Berastagi itu. Mulai dari sampah ranting pohon, hingga bekas plastik semua disingkirkan.

Kapolres Tanah Karo AKBP Benny R Hutajulu, mengungkapkan peringatan hari peduli sampah ini, untuk mengenang tragedi longsor di TPA Leuwigajah 13 tahun lalu juga disebabkan karena masalah sampah.

"Tepat pada tanggal ini, beberapa tahun lalu ratusan masyarakat menjadi korban akibat longsoran tumpukan sampah di Cimahi. Sampah bisa menjadi kawan atau lawan, tergantung dari manajemen kita sendiri. Untuk itu, kita harus meminimalisir penggunaan barang yang dapat menjadi sampah," ujar Benny.

Sebelum bergerak ke Gundaling, peserta terlebih dahulu mengadakan upacara yang digelar di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), Jalan Karo-Karo, Berastagi. Dirinya menyebutkan, sengaja menempatkan apel di lokasi tersebut agar peserta tau bagaimana dampak yang ditimbulkan dari tumpukan sampah.

Kali itu, dirinya juga mengajak para peserta untuk mengurangi pemakaian bahan-bahan yang sulit diurai. Tak hanya sekedar mengajak, dirinya juga menerapkan contoh serupa.

Dikatakannya, untuk di lingkungan Polres Tanah Karo, pihaknya sudah melakukan semaksimal mungkin penggunaan sampah jenis plastik. Karena, menurut penelitian sampah plastik dapat terurai kurang lebih 400 tahun.

"Maksudnya kita jangan sampai mewariskan hal-hal yang tidak baik bagi penerus kita," katanya.

"Contohnya botol minum air mineral, saya Imbau juga baik di instansi-instansi lain maupun sekolah menjalankan hal serupa," tambah Benny.

Dirinya mengungkapkan, aksi tersebut merupakan salah satu langkah mendukung program Indonesia bebas sampah pada tahun 2020 mendatang.

Langkah yang diungkapkan Benny, ditekankan lagi oleh Ketua Bhayangkari Cabang Tanah Karo Indri Benny Hutajulu. Dirinya menyebutkan, pihaknya telah mengimbau seluruh anggota Bhayangkari di Tanah Karo untuk selalu membawa botol minum sendiri setiap kegiatan.

"Untuk kegiatan kami sudah mewajibkan untuk membawa tambler, jadi tidak lagi menggunakan botol plastik air mineral. Jadi kita sudah menyediakan air di galon, untuk nanti diisi ulang oleh seluruh anggota," ungkapnya.

Dirinya mengungkapkan, langkah tersebut sudah disosialisasikan hingga ke ranting-ranting Bhayangkari. Lebih lanjut, dirinya menyebutkan nantinya akan disosialisasikan kembali ke masyarakat untuk mengajak menerapkan hal serupa.

(cr4/tribun-medan.com) 

Penulis: Muhammad Nasrul
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved