Tingkat Penggunaan Masyarakat Akan Kartu ATM dan Debet Cukup Tinggi

Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Sumatera Utara (Sumut) saat ini memiliki kebijakan baru mengenai perkembangan transaksi

Tingkat Penggunaan Masyarakat Akan Kartu ATM dan Debet Cukup Tinggi
TRIBUN MEDAN/AYU PRASANDI
Direktur Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Utara, Andiwiana Septonarwanto saat menjelaskan tentang transaksi ATM, Debet dan kartu kredit di Sumut. 

TRIBUN-MEDAN.com - Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Sumatera Utara (Sumut) saat ini memiliki kebijakan baru mengenai perkembangan transaksi keuangan yang berbasis kartu untuk wilayah Sumut.

Direktur Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Utara, Andiwiana Septonarwanto, mengatakan, mengatakan, kebijakan tersebut menjadi memang menjadi satu pekerjaan tambahan bagi Bank Indonesia.

“Hanya saja dari situ Bank Indonesia bisa tahu tingkah laku dan kecenderungan dari masyarakat ketika menggunakan kartu mulai dari kartu ATM, Debet dan juga kartu kredit serta memperlihatkan ke tingkat konsumsi masyarakat Sumut,” ujarnya, Kamis (21/2/2019).

Ia menjelaskan, Bank Indonesia mulai mengembangkan hal tersebut sejak bulan September 2018 kemarin dan data yang dilihat bahwa daya beli masyarakat cukup, walaupun tidak memiliki hubungan langsung.

“Kalau melihat jumlah transaksi kartu ATM dan debet naik lima bulan terakhir rata-rata 7 persen. Hal tersebut menunjukkan bahwa memang masyarakat Sumut memiliki daya beli yang cukup,” jelasnya.

Ia menerangkan, mengenai nominalnya memang masih naik turun dan jika dilihat di akhir tahun ada perayaan hari besar keagamaan naiknya bisa sampai 10 persen. Tapi di bulan-bulan lain kenaikannya 1 sampai 6 persen setiap bulan dari September.

“Kartu kredit memang tidak begitu tinggi setinggi kenaikan jumlah transaksi maupun nominal transaksi di kartu ATM dan debet,” terangnya.

Ia menuturkan, jumlah kartu kredit pertambahannya hampir tidak ada, tetapi transaksinya paling tinggi di akhir tahun karena growd per bulannya bisa sampai 6,7 persen.

“Tetapi di bulan-bulan lainnya hampir tidak ada bahkan ada pengurangan transaksi. Kita belum melihat sebagai sesuatu yang menggambarkan semakin kecilnya konsumsi masyarakat karena kita lihat di ATM tumbuh masih lebih besar,” tuturnya.

Ia mengungkapkan, jika melihat posisi di tahun 2019 tepatnya hingga Januari, di Sumut jumlah kartu ATM sebanyak 806.633 kartu dan Debet 5.628.760 kartu. Sedangkan untuk transaksi ATM sebesar Rp 23,1 triliun, Debet Rp 26,7 triliun, dan kartu kredit Rp 1 triliun.

“Jumlah kartu kredit sampai januari 2019 sebanyak 786.151 kartu dan itu berdasarkan jumlah kartu kredit yang dikeluarkan di Sumut dan kita belum melihat bahwa satu orang memiliki berapa kartu kredit, datanya belum sampai situ,” ungkapnya.

Ia menyebutkan, nilai transaksi menggunakan ATM dan Debet lebih tinggi merupakan hal yang cukup menggembirakan karena cukup banyak masyarakat yang beralih dari penggunaan uang tunai ke kartu nontunai melaluo penggunaan kartu.

“Kalau kartu kredit biasanya untuk belanja yang besar atau pembelian barang yang bukan primer sehingga kalau kartu ATM dan debit lebih menggambarkan belanja sehari-hari atau beli BBM, bayar tol, bayar supermarket dan lainnya,” sebutnya.

(pra/tribun-medan.com )

Penulis: Ayu Prasandi
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved