Terapkan Strategi Perang Sun Tzu dalam Dunia Bisnis

Siapa yang tak kenal Sun Tzu. Ia adalah seorang penasehat perang yang ternama pada zamannya

Terapkan Strategi Perang Sun Tzu dalam Dunia Bisnis
Tribun Medan/Septrina Ayu Simanjorang
Young Entrepreneurs Council (YEC) INTI Sumut mengangkat tema Sun Tzu The Art of War untuk Ngopi Bisnis episode ke 6. Acara ini digelar di Sowe Bistro Jalan Gatot Subroto nomor 144 D/E, Medan, Sabtu (23/2/2019) 

TRIBUN-MEDAN.com - Siapa yang tak kenal Sun Tzu. Ia adalah seorang penasehat perang yang ternama pada zamannya. Ia banyak memberi tahu tentang tananan perang.

Karyanya, The Art of War menjadi sebuah literatur yang sangat terkenal hingga saat ini.

Di dalam filosofi Sun Tzu ini banyak sekali makna yang bisa dipelajari. Strategi perang Sun Tzu ini tidak hanya digunakan untuk perang melainkan juga berisi tentang filosofi dan etika hidup.

Ilmu-ilmu ini masih bisa diterapkan hingga saat ini, termasuk dalam berdagang atau berbisnis. Untuk itu Young Entrepreneurs Council (YEC) INTI Sumut mengangkat tema Sun Tzu The Art of War untuk Ngopi Bisnis episode ke 6. Acara ini digelar di Sowe Bistro Jalan Gatot Subroto nomor 144 D/E, Medan, Sabtu (23/2/2019).

"Selain itu ngopi bisnis juga selalu mengangkat tema yang berkaitan dengan keadaan sekarang, misalnya nanti bulan April karena berhubungan dengan hari kartini kita mau ajak perempuan sebagai pembicara. Dan berhubung sekarang masih dalam suasana imlek, kita mau tema kali ini mengarah ke arah timur lah," ujar Sekretaris YEC INTI Sumut, Handy Ong.

Untuk mengupas tema ini, YEC menggandeng pembicara yaitu Rudy Rachman yakni seorang management consultant, penulis, dan pembicara.

Rudy sudah membicarakan tentang Sun Tzu sebanyak 470 episode di berbagai media. Selain itu ada pula seorang pengusaha nasional sekaligus pemerhati pendidikan Amrin Susilo Halim.

"Sun Tzu merupakan sebuah literatur kuno yang membahas tentang strategi. Di dalamnya banyak nilai-nilai yang mengingatkan kita dengan hal-hal yang harus kita panuti misalnya moralitas, pengambilan keputusan, menghargai alam, dan memberdayakan sumber-sumber yang ada secara bijak," ujar Rudy.

Ia mengatakan Sun Tzu mengajarkan banyak tatanan perang. Satu diantaranya adalah agar tidak memulai perang dengan rasa benci tapi harus dilandasi dengan faktor logis.

"Misalnya karena kita terancam atau karena ingin memperluas wilayah. Kalau pun perang harus dilakukan maka dilakukanlah itu secara singkat. Jika peperangan hanya dilandasi dengan rasa benci, orang yang mati tidak akan bisa hidup kembali," tambahnya.

Halaman
123
Penulis: Septrina Ayu Simanjorang
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved