BPJS Utang Miliaran Rupiah kepada RSUD Deliserdang

Penganggaran ulang dilakukan karena harus menyesuaikan dengan besaran klaim yang diterima dari BPJS.

BPJS Utang Miliaran Rupiah kepada RSUD Deliserdang
TRIBUN MEDAN/INDRA GUNAWAN SIPAHUTAR
RSUD Deliserdang. 

TRIBUN-MEDAN.com- Pihak BPJS Kesehatan Cabang Lubukpakam hingga kini masih memiliki hutang pembayaran klaim kepada pihak RSUD Deliserdang.

Persoalan hutang BPJS ini pun sebelumnya sempat disampaikan managemen RSUD Deliserdang kepada Komisi D DPRD Deliserdang dalam agenda Rapat Dengar Pendapat (RDP) membahas evaluasi kinerja 2018. Disebut banyak efek yang dialami oleh RSUD atas kondisi seperti ini.

Saat dikonfirmasi ulang Tribun Minggu, (24/2/2018), Direktur RSUD Deliserdang, dr Hanif Fahri SpKJ mengatakan bahwasanya klaim yang baru dibayarkan oleh pihak BPJS kepada mereka baru sampai bulan September saja.

Sementara untuk sisanya hingga kini belum juga dibayarkan. Ia mengaku paham kalau masalah ini merupakan masalah nasional yang dihadapi oleh BPJS.

"Kalau totalnya kurang lebih yang belum dibayarkan kepada kita itu sekitar 9 Milyar lagi. Itupun ada tambahan lagi karena ada memang pending klaim yang belum dibayarkan. Tapi ini memang masalah nasional bukan terjadi di sini (Deliserdang) saja. Karena uang mereka memang tidak ada untuk membayarkannya. Saya belum bisa pastikan juga apakah sudah ada masuk lagi dari BPJS untuk yang bulan berikutnya atau tidak sekarang (sampai Minggu) karena saya belum tanya sama bagian keuangan karena itukan pembayarannya masuk ke rekening dan saya tidak bisa sembarangan cek-cek itu," ujar Hanif melalui telepon selulernya.

Ia menyebut dampak dari kondisi ini pihaknya pun harus melakukan penganggaran ulang terkait biaya-biaya.

Penganggaran ulang dilakukan karena harus menyesuaikan dengan besaran klaim yang diterima dari BPJS. Tidak hanya itu dampak dari kondisi ini juga ikut dirasakan oleh para tenaga medis.

"Kami terpaksa belum bisa berikan uang jasa medisnya. Ya tidak bisalah terima jasa medis karena belum dibayarkan. Kasian memang karena mereka sudah kerja. Sekarang ini bukan tanya lagi dokter tapi ya lemas sajalah. Bayangkan kalau rumah sakit tempat dokter kerja semuanya yang BPJS kan semua tertahan juga uang jasa medisnya,"kata Hanif.

Kepala Unit (Kanit) Penjaminan Manfaat Rujukan (PMR) BPJS Kesehatan Cabang Lubukpakam, dr Riska yang dikonfirmasi belum dapat memastikan soal berapa besaran utang mereka ke RSUD.

Menurutnya perlu ada informasi dari bagian keuangan mengenai masalah ini. Ia juga tidak dapat memastikan bagaimana kondisi di rumah sakit lain yang masuk dalam wilayah tugas kerjanya.

"Saya belum bisa pastikan lah karena harus ke bagian keuangan. Kalau untuk urusan klaim pembayaran memang di bagian saya tapi inikan hari Minggu saya tidak bisa pastikan. Besok (hari ini) sajalah untuk lengkapnya karena saya harus tanya dulu sama bagian keuangan," kata dr Riska.

(dra/tribun-medan.com)

Penulis: Indra Gunawan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved