Jalan Amblas di Siantar Telan Korban Jiwa, Pengamat: Respons Wali Kota Lambat!

Wali Kota sebagai pemegang kuasa anggaran dana tidak terduga (DTT) harus cepat merealisasikan anggaran darurat.

Jalan Amblas di Siantar Telan Korban Jiwa, Pengamat: Respons Wali Kota Lambat!
TRIBUN MEDAN/TOMMY SIMATUPANG
Jalan amblas di Jalan Manunggal Karya Kecamatan Siantar Marimbun menelan korban jiwa, Selasa (26/2/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Pengamat Anggaran Sumatera Utara Elfanda Ananda menilai jalan amblas yang dibiarkan berbulan-bulan hingga menelan korban jiwa merupakan kelalaian Wali Kota Pematangsiantar, Hefeiansyah.

Elfanda menjelaskan Walikota sebagai pemegang kuasa anggaran dana tidak terduga (DTT) harus cepat merealisasikan anggaran darurat.

"Ini kan sifatnya bencana alam, kan harus cepat. Ini kan situasi darurat. Tidak ada proses lama apalagi sudah memakan korban. Ini kelalaian, kenapa Pemko bisa dibiarkan berlarut-larut,"ujarnya via seluler, Selasa (26/2/2019).

Elfanda menjelaskan dalam mencairkan dana untuk bencana memang membutuhkan proses, tetapi harus tetap menjadi prioritas.

"Prosesnya tetap ada memang, tapi keputusannya gak boleh lama. dalam undang-undang harus dipercepat,"ujarnya.

Elfanda juga heran kenapa Walikota Siantar tidak memberikan respon cepat. Apalagi, ini merupakan sifatnya darurat.

"Kalau walikota tak merespon cepat menjadi pertanyaan. Dalam APBD sudah disediakan anggaran untuk bencana,"tambahnya.

Kepala Seksi Intel Kejaksaan Negeri Siantar Bas Faomi Jaya Laia terkejut dengan banyaknya jalan amblas di Kota Pematangsiantar. Jalan yang berstatus kota itu amblas di dua titik di Kota Siantar.

Bas mengaku akan segera mencaritahu dan menyelidiki kenapa jalan mudah amblas. Meskipun, berada di pinggiran parit dan irigasi sawah.

"Saya baru tahu itu. Nanti coba saya cari tahu. Biasanya pemborong sudah tahu kalau jalan dialiri air makka dibuat yang bagus, tapi bisa saja bencana lebih kuat. Tapi saya baru tahu ini,"katanya.

Diketahui, jalan amblas terjadi di dua titik di Kota Pematangsiantar. Jalan amblas terjadi di Jalan Manunggal Karya Kecamatan Siantar Marimbun dan Jalan Suri-suri Kecamatan Siantar Utara. Jalan amblas yang dibiarkan berbulan-bulan ini telah menelan korban luka hingga korban jiwa. Masyarakat telah mengeluh dan memohon tetapi belum ada respon positif pemerintah kota.

Kepala Bidang Rekontruksi dan Rehabilitasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Irwansyah Saragih mengatakan sudah mengusulkan untuk pencairan dana tidak terduga (DTT).

Ia mengatakan usulan tersebut sudah diajukan satu bulan lalu. BPBD masih menunggu tanda-tangan dari Walikota untuk pencairan dana.

"Itu udah kita usulkan. Kalau udah diteken walikota SK, baru bisa langsung timbun. Udah sebulan ini kita usulkan. Dalam artian masih berproses. Karena itu kan gak langsung cepat kita bikin SK lagi," katanya.

(tmy/tribun-medan.com)

Penulis: Tommy Simatupang
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved