Kunjungi Desa Sigapiton Danau Toba, Rasakan Kehidupan Kampung Tinggal di Homestay

Berkunjung ke Desa Sigapiton, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Samosir anda bisa merasakan suasana kehidupan desa

Kunjungi Desa Sigapiton Danau Toba, Rasakan Kehidupan Kampung Tinggal di Homestay
TRIBUN MEDAN/ARJUNA BAKKARA
Pemandangan Desa Wisata Sigapiton, Kabupaten Tobasa. 

TRIBUN-MEDAN.COM, TOBASA - Berkunjung ke Desa Sigapiton, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Samosir anda bisa merasakan suasana kehidupan desa, seperti kunjungan Tribun Medan, Selasa, (26/2/2019). 

Untuk bisa sampai di Desa ini pengunjung bisa memilih dua jalur, baik darat maupun transportasi air.

Lokasi tetsebut berada di sebelah timur Danau Toba dan tidak terlalu jauh dari Pelabuhan Ajibata maupun kota Parapat. 

Dari Pelabuhan Ajibata atau Parapat, dapat ditempuh dengan waktu kurang lebih 45 menit serta kurang lebih berjarak 10 Km.

Dapat juga ditempuh dengan jalur darat dari Ajibata hanya membutuhkan waktu setengah jam. Namun, Jalan darat belum layak dan kurang memungkinkan. Sedangkan dari Ibu kota Tobasa, Balige bisa ditempuh menggunakan kapal dengan waktu tempuh kurang lebih dua jam serta jarak kurang lebih 20 Km.

Satu sisi, jika datang menggunakan tranportasi air anda akan mendapat keuntungan lebih. Anda bisa menikmati suguhan pemandangan serta hembusan angin gunung yang menuruni lereng lalu. Tebing-tebing yang terbentuk melalui proses aktivitas vulkanologi pasca meletusnya Gunung Toba Purba.

Pemandangan Desa Wisata Sigapiton, Kabupaten Tobasa.
Pemandangan Desa Wisata Sigapiton, Kabupaten Tobasa. (TRIBUN MEDAN/ARJUNA BAKKARA)

Tiba di Sigapiton, turun dari di Pelabuhan Sigapiton anda akan dimanjakan pemandangan perkampungam. Aktivitas keseharian warga dapat anda saksikan.

Nelayan-nelayan tradisional menggunakan 'solu' sampan tradisional untuk bertangkap ikan menjadi pemandangan bonus. Termasuk bagaimana warga mengolah lahan pertanian secara manual dan berjuang keras bercocok tanam di antara celah bebatuan hasil muntahan letusan Gunung Toba sebelum terbentuk menjadi kaldera.

Di Desa Sigapiton anda akan disapa ramah oleh warga. Di perkampungan itu juga masih terdapat sejumlah rumah adat batak yang di sekitarnya ditumbuhi pohon 'Jajabi', 'Hariara', pohon endemik Danau Toba. Pohon tersebut menjadi simbol perkampungan Batak, karenanya anda akan semakin merasakan nuansa Kebatakan.

Bila ingin melihat penuh bagaimana aktivitas keseharian warga di Sigapotonbl baik pagi, sore hingga malamnya, anda tidak perlu khawatir. Dua homestay tersedia menampung tidur anda.

Homestay tersebut dilengkapi Hot Shower, jika kedinginan anda tidak perlu ragu untuk mandi. Homestay itu didesain menyerupai telur berbahan bambu dan sekligus berbentuk sangkar burung. Di dalamnya terdapat tempat tidur yang nyaman.

Sedangkan satunya lagi asli terbuat dari bambu dengan interior kayu yang elok dipandang mata. Lampu-lampu tamaram semakin memperindah malam anda di sana.

Ketika bangun pagi, anda langsung mendapat suguhan pemandangan Danaun Toba dan Pulau Samoair. Desa tersebut diapit dua lembah, serta tebing-tebing yang curam.

Desa Sigapiton juga dekat dengan Air terjun Binangalom yang langsung bermuara ke Danau Toba. Air terjun tersebut hanya berjarak sekitar 4-5 Kilo meter dari Sigapiton.

(Tribunmedan.com)

Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved