Meski Sering Jumpa Mahluk Halus, Husni tak Mau Pindah dari Area Perladangan

Tapi sekilas gitu aja karena saya bilang itu jangan ganggu aku karena aku pun tidak ganggu kalian.

Meski Sering Jumpa Mahluk Halus, Husni tak Mau Pindah dari Area Perladangan
TRIBUN MEDAN/INDRA SIPAHUTAR
Husni digubuk miliknya yang ada di hutan Desa Bangun Purba Kecamatan Bangun Purba Deliserdang Selasa, (26/2/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com- Husni (65) warga miskin yang tinggal di gubuk reot yang ada di Desa Bangun Purba Kecamatan Bangun Purba, Deliserdang mengaku sangat senang dengan apa yang dilakukan oleh pihak Muspika.

Dari tampilan bangunan gubuk yang mau didirikan oleh Muspika Bangun Purba jauh lebih baik kondisinya dengan gubuk reotnya.

Ia menyebut tetap akan bertahan di perladangan milik Ridwan ini meskipun kondisinya kalau malam hari tetap gelap gulita

Baca: Pascapemberitaan, Gubuk Reot Husni Langsung Dibangun Muspika

Camat Bangun Purba, Marianto Irawadi dan Kapolsek AKP R Sinaga memberi arahan atas pembangunan gubuk baru untuk Husni, Rabu (27/2/2019).
Camat Bangun Purba, Marianto Irawadi dan Kapolsek AKP R Sinaga memberi arahan atas pembangunan gubuk baru untuk Husni, Rabu (27/2/2019). (TRIBUN MEDAN/INDRA GUNAWAN SIPAHUTAR)

Ia merasa lebih nyaman kalau tinggal di area perladangan.

"Ya senanglah pasti dibangun. Terima kasih saya. Udah lah di sini saja saya (kenapa tidak tinggal bersama adiknya di rumah pusaka), susah juganya mereka (adiknya). Kalau gelap ya gelap lah pakai lilin nanti, kalau hantu ya namanya di sini (hutan) ya pastilah pernah nampak. Tapi sekilas gitu aja karena saya bilang itu jangan ganggu aku karena aku pun tidak ganggu kalian,"katanya.

Kades Bangun Purba, Setia Darma menyebut kalau warganya ini memang beda dengan warga lainnya. Sebab ia merasa lebih nyaman kalau tinggal di area perladangan dibanding di tempat yang lebih layak.

"Kalau duit ya ada ajanya duit dia itu, karena kalau makan di warung terusnya dia. Hanya malam hari sajanya dia itu di sini, sekitar pukul 22.00 pulang dia. Kalau di warung kopi bisa sampai dua gelas dia itu kalau minum. Memang tidak mau sama saudaranya padahal adiknya Pak Wahid namanya di rumah pun sendirinya. Cuma memang dia yang tidak mau," katanya.

(dra/tribun-medan.com).

Penulis: Indra Gunawan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved