Pascapemberitaan, Gubuk Reot Husni Langsung Dibangun Muspika

Tindaklanjut dilakukan dengan cara membangunkan gubuk baru untuk Husni yang keberadaannya tidak jauh dari lokasi gubuk reotnya.

Pascapemberitaan, Gubuk Reot Husni Langsung Dibangun Muspika
TRIBUN MEDAN/INDRA GUNAWAN SIPAHUTAR
Camat Bangun Purba, Marianto Irawadi dan Kapolsek AKP R Sinaga memberi arahan atas pembangunan gubuk baru untuk Husni, Rabu (27/2/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com- Pascapemberitaan media massa yang menceritakan bagaimana kondisi tempat tinggal Husni (65), salah satu warga miskin asal Desa Bangun Purba Kecamatan Bangun Purba Kabupaten Deliserdang yang kehidupannya sangat memprihatinkan, Muspika setempat pun langsung terjun untuk menindaklanjuti yang terjadi, Rabu (27/2/2019).

Tindaklanjut dilakukan dengan cara membangunkan gubuk baru untuk Husni yang keberadaannya tidak jauh dari lokasi gubuk reotnya yang sudah mau roboh dan penuh dengan sokongan kayu.

Ketika itu mulai dari Camat Bangun Purba, Marianto Irawadi, Kapolsek AKP R Sinaga serta Danramil, Kapten Inf Sukari turun langsung melakukan peninjauan melihat bagaimana kondisi kediaman Husni yang sebenarnya.

Selain membawa bahan material untuk pembangunan gubuk baru mereka juga datang membawa sembako.

Mereka yang datang dengan didampingi oleh anggotanya masing-masing sudah tiba sejak pukul 09.00 WIB.

Tampak juga pada saat itu Kepada Desa Bangun Purba, Setia Darma Tarigan. Mereka pun mengawasi bagaimana tukang bangunan membuat gubuk baru untuk Husni.

Pantauan Tribun saat itu gubuk dibangun hanya berukuran kurang lebih 2,5 meter x 2,5 meter. Gubuk dibuat dengan bahan broti dengan model panggung. Gubuk tidak bisa dibangun lebar-lebar lantaran hanya seluas itu saja yang diizinkan atau diperbolehkan oleh Ridwan sang pemilik lahan.

"Kalau bagian atapnya mau kita buat seng supaya lebih tahan. Kalau bagian dindingnya mau kita buat papan karena kebetulan ada yang motong pohon kelapa hari ini. Ya seperti itu yang diberi izin sama pemilik tanah jadi tidak bisa lebar-lebar. Ini hanya pinjam pakai sajalah dia karena bukan tanah diakan. Sekarang kita hanya mau buat bagaimana tempat tinggalnya ini lebih layak lagilah," ujar Marianto Irawadi.

Ia mengakui sekitar tiga bulan lalu sebenarnya sudah mengetahui kondisi Husni. Ia menyebut sudah pernah datang ke area perladangan milik Ridwan karena kebetulan ada banyak kaplingan tanah. Pada saat memantau lahan itu kemudian ia pun melihat bagaimana gubuk reot yang ditempati oleh Husni.

"Dia ini memang seperti ini sukanya, rumah pusaka orang tuanya adanya tapi dia memang lebih suka di sini. Tadi malam sudah kita temuin dia dan ditawarin sama bapak Kapolsek agar tinggal di bekas warung yang ada di Polsek tapi itupun dia tidak mau. Katanya nantilah pikir-pikir, lihat sampai lebaran nanti. Kalau ini kita bangun swadaya lah,"kata Marianto.

Sementara itu Ridwan yang diwawancarai membenarkan bahwa Husni yang berstatus lajang ini sudah 18 tahun tinggal di area perladangannya. Ia mengaku memberi izin karena merasa kasihan dengan kondisi Husni. Disebut kalau Husni merupakan warga asli Bangun Purba dan sebaya dengan dirinya.

"Kecil-kecil dulu taunya saya sama dia. Tapi ya segitu saja ukurannya (gubuk baru yang dibangun) sudah cocoknya itu. Kalau sama saya enggak adanya dia saya suruh-suruh. Ngoret (membersihkan rumput) saja pun tidak pernah dia. Dulu ada di sini (ladangnya) pondok-pondok tapi kemudian dia datang tidur-tiduran, dan lama kelamaan ditempatinya. Udah pernahnya disuruh pergi tapi ya nyaman dia di sini walaupun enggak ada lampunya. Ya cemana lagi," kata Ridwan.

(dra/tribun-medan.com)

Penulis: Indra Gunawan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved