Masuk Kalender Pariwisata Danau Toba, Pesta Adat Sihaporas Toba Terkendala PT TPL!

Warga bemarga Ambarita mata air tersebut merupakan sumber air warga Desa Sihaporas yang sekaligus dijadikan alat ritual pendukung berbagai rangkaian.

Masuk Kalender Pariwisata Danau Toba, Pesta Adat Sihaporas Toba Terkendala PT TPL!
TRIBUN MEDAN/ARJUNA BAKKARA
Manajememen PT TPL Tagor Manik (Kanan) duduk semeja dengan Wilmar Simanjorang saat hadir pada HUT Samosir ke-XV, di Kantor Bupati Samosir, Rabu (27/2/2019) 

TRIBUN-MEDAN.COM, SIHAPORAS - Pekerja PT Toba Pulp Lestari (TPL) kembali mendirikan camp di umbul/Sumber air Sihaporas, Kecamatan Pematang Sidamanik, Kabupaten Simalungun, pada Rabu (27/2/2019) Pukul 11.25 WIB.

Padahal, kata warga bemarga Ambarita mata air tersebut merupakan sumber air warga Desa Sihaporas yang sekaligus dijadikan alat ritual pendukung berbagai rangkaian acara ritual pesta adat adat Sihaporas secara rutin.

Sebelumnya, telah ditemukan bukti peracunan ikan dan racun pestisida, tgl 25 Oktober 2018 silam. Kasus tersebut juga belum rampung, namun sudah terjadi lagi kasus serupa.

"Kasus ini belum rampung, sekarang pencemaran lagi," ujar Ambarita.

Pesta Adat Sihaporas baru saja ikut dilauncing dalam Kalender pariwisata Danau Toba oleh Menteri Pariwisata di Jakarta pada Senin 25 Februari 2018 lalu, namun PT TPL sudah berani membuat masalah baru di atas masalah lama yakni melakukan aktivitas membahayakan serti yang terjadi Oktober 2018 lalu.

Menurut Ambarita, aktivitas TPL menjadi penyebab keracunan Ihan Batak, alat religi Masyarakat adat dalam rangkaian Pesta Adat Sihaporas. Hal tersebut membuat warga Sihaporas was-was.

Bagi mereka, mata air tersebut begiti penting manfaatnya, disamping kebutuhan sehari-hari juga kebutuhan ritual.

Tentu, menurut Ambarita tindakan PT TPL tidak mengindahkan program pemerintah yang sudah memberikan perhatian Pemerintah membangun Kawasan Danau Toba.

Sebagaimana Pesta Adat Sihaporas yang masuk dalam kalender itu terganggu memenuhi segala sesuatu yang berkaitan dengan kebutuhan ritualnya akibat aktivitas PT TPL di sumber mata air mereka.

Beberapa waktu lalu, Mangitua Ambarita penetua Warga Sihaporas meminta agar PT Toba Pulp Lestari (TPL) mengehntikan penguasaan lahan di kawasan hulu sungai, yang sudah bertahun-tahun mencemari sungai sumber air minum, mandi dan mencuci.

Halaman
12
Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved