Polres Karo Amankan Dua Pengedar dan Satu Pengguna Sabu di Perladangan yang Disulap Mirip Kartel

Saat kami lakukan penangkapan, perladangan ini memang kelihatannya sudah dilokalisir.

Polres Karo Amankan Dua Pengedar dan Satu Pengguna Sabu di Perladangan yang Disulap Mirip Kartel
TRIBUN MEDAN/M NASRUL
Kasat Narkoba Polres Tanah Karo AKP Sopar Budiman (kiri), mengintrogasi ketiga pelaku penyalahgunaan narkoba, di Kantor Sat Narkoba, Jalan Veteran, Kabanjahe, Kamis (28/2/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, KABANJAHE - Tiga orang pria pelaku penyalahgunaan narkoba jenis sabu, diamankan oleh Satuan Narkoba Polres Tanah Karo, Rabu (27/2/2019) malam.

Dari ketiga pelaku, dua di antaranya yaitu Monas Tarigan dan Riko Herwanta Kabanjahe merupakan pengedar. Kemudian, satu orang orang lagi Matius Bangun, merupakan seorang pengguna.

Kasat Narkoba Polres Tanah Karo AKP Sopar Budiman, mengungkapkan ketiganya diamankan saat melakukan transaksi dan menggunakan narkoba di sebuah perladangan, di Desa Bintang Meriah, Kecamatan Kutabuluh. Dirinya menyebutkan, lokasi tersebut diduga sudah dikondisikan oleh pelaku dengan sedemikian rupa.

"Saat kami lakukan penangkapan, perladangan ini memang kelihatannya sudah dilokalisir, seperti dibuat gubuk gubuk dengan sedemikian rupa yang digunakan untuk memakai sabu dan ada juga pos untuk memantau jika ada petugas," ujar Sopar, di Kantor Sat Narkoba Polres Tanah Karo, Jalan Veteran, Kabanjahe, Kamis (28/2/2019).

Sopar menyebutkan, tempatnya yang cukup jauh dari pemukiman warga membuat mereka buat kurang terjamah warga. Dikatakannya, dari jalan umum lokasi tersebut berjarak sekitar 300 meter. Namun, jika dari perkampungan jaraknya sekitar tiga kilometer.

"Jadi tempat ini sudah diseting seaman mungkin. Bahkan, sewaktu penangkapan kami lihat banyak barang bukti yang berserakan," ungkapnya.

Dari tangan ketiga pelaku, petugas menyita barang bukti berupa narkoba jenis sabu seberat 28,28 gram. Dengan rincian 23 gram yang dibungkus dibungkus dengan lima plastik klip berukuran sedang, dan 12 bungkus plastik klip berukuran kecil seberat 5,28 gram. Kemudian alat hisap yang terbuat dari botol kaca, timbangan elektrik berukuran kecil, dan uang tunai sebesar Rp 550.000 yang diduga hasil penjualan sabu.

"Kalau untuk wilayah Tanah Karo jumlah barang bukti ini cukup besar. Sewaktu kita mau lakukan pengembangan kedua pelaku berniat untuk melarikan diri, kemudian kita lakukan tindakan tegas dan terukur," katanya.

Sopar mengungkapkan, kedua pelaku yang merupakan pengedar diduga merupakan termasuk ke dalam jaringan pengedar lainnya. Dirinya menyebutkan, menurut informasi yang mereka dapat barang bukti keduanya didapat dari seorang narapidana yang tengah ditahan di Lapas Tanjung Gusta Medan.

Menurut pengakuan dari seorang tersangka Monas Tarigan, bisnis haram tersebut telah dijalani selama tiga bulan. Dirinya mengaku, barang bukti tersebut dibelinya seharga Rp 5.000.000, yang nantinya akan diedarkan di lokasi tempat mereka tertangkap.

(cr4/tribun-medan.com) 

Penulis: Muhammad Nasrul
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved