Samosir Masuk Pilot Projek, Bupati Rapidin Simbolon MoU dengan Kementerian Pariwisata dan USU

Menteri Pariwisata Arif Yahya mengekspos Samosir sebagai bencmarking daerah yang berhasil mengembangkan industri pariwisata sebagai core bisnisnya.

Samosir Masuk Pilot Projek, Bupati Rapidin Simbolon MoU dengan Kementerian Pariwisata dan USU
TRIBUN MEDAN/IST
Bupati Samosir, Rapidin Simbolon didaulat Menteri Pariwisata Arif Yahya untuk penandatanganan kerja sama dengan USU untuk mendorong terwujudnya permbangunan destinasi pariwisata berkelanjutan, di The Sultan Hotel Jakarta, Kamis (28/2/2019). 

TRIBUN-MEDAN.COM, SAMOSIR - Kabupaten Samosir berhasil masuk menjadi pilot projek pengembangan pariwisata berbasis lingkungan bersama lima daerah lainnya di Indonesia.

Karenanya Bupati Samosir, Rapidin Simbolon didaulat Menteri Pariwisata Arif Yahya untuk penandatanganan kerja sama dengan USU untuk mendorong terwujudnya pembangunan destinasi pariwisata berkelanjutan, di The Sultan Hotel Jakarta, Kamis (28/2/2019).

Samosir masuk pilot projek pengembangan pariwisata berbasis lingkungan dengan pembiayaan dan perkuatan dari lembaga dunia UNWTO yang bermarkas di Madrid dikarenakan. Pencapaian tersebut dikarenakan, Rapidin dapat menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga 81 persen dari sektor pariwisata.

"Paparan menteri pariwisata menyampaikan, Bupati Samosir berhasil meningkatkan PAD hingga 81 persen dari sektor pariwisata,"ujar Rikky Rumapea menirukan ucapan Menteri Pariwisata ketika dihubungi Tribun Medan.

Penandatanganan MoU tentang Sustainability Tourism Development itu juga disaksikan Rektor USU, Runtung Sitepu. Sedangkan 4 daerah lain dndonesia, seperti Sleman, Denpasar, Lombok Barat juga akan ikut memandatangani.

Kemudian dalam paparan pembukaan Rakernas di hadapan seluruh peserta rakernas Menteri Pariwisata Arif Yahya mengekspos Kabupaten Samosir sebagai bencmarking daerah yg berhasil mengembangkan industri pariwisata sebagai core bisnisnya.

Yakni, melalui visi dan komitmen membangun aksesibilitas dan potensisi wisata secara terintegrasi.

Seiring dengan itu pula maka lembaga PBB bidang Pariwisata yakni UNWTO, akan ikut mempromosikan pariwisata Samosir disamping peran mengasistensi, mendampingi serta mengedukasi dengan dana dari UNWTO.

Sebelumnya, Rapidin Simbolon kepada Tribun Medan, mengatakan pada bulan Desember tahun 2017 yang lalu, Bupati Samosir, Rektor USU dan Deputi Pengembangan Destinasi Pariwisata Kemenpar RI, menandatangani MOU, tentang kerjasama Sutainability Tourism Observatory (STO) di Jakarta.

Hal ini merupakan sebuah kerjasama segitiga, xalam rangka memberhasilkan kabupaten Samosir menuju kabupaten Sustainability Tourism Development (STD).

"Selama kurang satu tahun selepas penandatanganan MOU, dengan kerja sama yang intens dengan pihak USU dan Kementerian Pariwisata, melalui program STO, kabupaten samosir terus berbenah serta melengkapi berbagai dokumen yang dipersyaratkan oleh lembaga PBB bidang pariwisata yaitu United Nation World Tourism Organisation yg bermarkas di Madrid, Spanyol, untuk memenuhi syarat menjadi kabupaten Percontohan Pengembangan Pariwisata Berbasis Lingkungan Hidup (STD)," ujar Rapidin

Rapidin menambahkan, melalui Kementerian Pariwisata, diperoleh hasil, bahwa Samosir telah diterima dan memenuhi syarat menjadi salah satu dari 5 daerah percontohan Sustainability Tourism Development di Indonesia dan salah satu dari 34 STD di dunia, di bawah asistensi dan perkuatan kementerian Pariwisata melalui USU dan pendampingan dan pembiayaan oleh lembaga PBB UNWTO.

(jun/tribun-medan.com)

Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved