Divonis Hidrosefalus, Kini Putri Hanya Terbaring Lemah, Khairil Nst: Ladangpun Sudah Kami Jual

Kini, Putri hanya bisa terbaring lemas di rumah sambil ditemani kedua orang tuanya.

Divonis Hidrosefalus, Kini Putri Hanya Terbaring Lemah, Khairil Nst: Ladangpun Sudah Kami Jual
TRIBUN MEDAN/Muhammad Nasrul
Ngatinah dengan sabar mengurus anaknya Putri Andayani yang menderita penyakit hidrosefalus sejak berusia tiga bulan, di rumahnya Jalan Kota Cane, Gang Karya, Lorong Mamak Sabet, nomor 2, Kabanjahe, Jumat (1/2/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, KABANJAHE  - Seorang anak bernama Putri Andayani, yang kini berusia tujuh tahun saat ini tak bisa beraktivitas seperti anak-anak seumurannya. Pasalnya, sejak berusia tiga bulan, Putri divonis mengalami penyakit hidrosefalus (penumpukan cairan pada otak yang bisa menyebabkan kepala seseorang menjadi besar).

Kini, Putri hanya bisa terbaring lemas di rumah sambil ditemani kedua orang tuanya. Setiap harinya, putri selalu dijaga oleh kedua orangtuanya yang tinggal di Jalan Kota Cane, Gang Karya, Lorong Mamak Sabet, nomor 2, Kabanjahe.

Akibat kondisi ini, anak bungsu dari pasangan Khairil Nasution dan Ngatinah ini belum bisa menikmati pendidikan seperti anak pada umumnya yang sudah bersekolah.

Seharusnya, anak seumurannya tengah asyik-asyiknya menikmati masa kanak-kanak yang ceria. Namun, dikarenakan kondisinya itu keceriaanpun seakan sirna.

Penyakit yang menggerogoti dirinyapun semakin membuat kondisinya memprihatinkan. Setiap orang yang melihatnya, tentunya tidak dapat menahan haru sekaligus empati.

Ayah Putri Khairil Nasution, mengungkapkan penyakit yang dialami anaknya bermula sejak usia tiga bulan. Dengan tatapan dan mimik wajah lesu, Khairil menyebutkan anak bungsunya itu bermula sering mengalami demam. Kemudian tak berselang lama, diikuti dengan munculnya urat-urat di sekitar kepala dan bersamaan dengan ukuran kepala yang semakin membesar.

"Waktu pertama itu bisa dibilang sebesar helm kepalanya, uratnya juga keluar sebesar karet, sampai bola mata yang hitamnyapun sudah enggak nampak karena sangking besarnya," ujar Khairil, saat ditemui di kediamannya, Jumat (1/3/2019).

Amatan www.tribun-medan.com, saat ini Putri hanya bisa terbaring sambil sesekali berguling ke kanan dan ke kiri. Dengan keadaannya ini, anak dengan bulu mata lentik itu juga belum lancar berbicara. Namun, sesekali dirinya mengeluarkan suara seperti mengoceh, seakan mengajak kedua orangtuanya berbincang.

"Ginilah kondisinya, apapun enggak bisa, karena dari dulu sudah gini ya cuma tiduran aja anak kami," katanya.

Saat ditanya mengenai tanda-tanda tentang penyakit sang anak, ibunda Putri Ngatinah mengungkapkan putri tidak lahir secara normal. Karena posisinya yang melintang di dalam kandungan, memaksa putri dilahirkan secara caesar.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Nasrul
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved