KPU Larang Pemilih Bawa Ponsel ke TPS

Harus dicelupkan (beri tinta) bukan dioleskan. Di TPS tidak boleh untuk membawa ponsel karena pemilihan ini sifatnya rahasia.

KPU Larang Pemilih Bawa Ponsel ke TPS
TRIBUN MEDAN/INDRA GUNAWAN SIPAHUTAR
KPU Deliserdang memperkenalkan contoh surat suara untuk Pemilihan Presiden hingga DPRD Kabupaten, Jumat (1/3/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com - KPU Deliserdang mensosialisasikan peraturan Pemilu kepada pemangku kepentingan di ruang aula Cendana kantor Bupati Deliserdang, Jumat (1/3/2019).

Hal ini sengaja dilakukan mengingat waktu pencoblosan hanya tinggal dari 47 hari lagi.

Diharapkan dengan adanya sosialisasi ini baik KPU maupun masyarakat ke depannya bisa mempunyai pemikiran yang sama.

Saat itu Komisioner KPU Deliserdang, Lisbon Situmorang dan Timo Dahlia Daulay bergantian menyampaikan penjelasan.

Pertama hal yang dijelaskan mengenai pemungutan dan penghitungan suara pemilu. Disebut Lisbon kalau batas akhir untuk penghitungan suara tidak lebih dari pukul 24.00 WIB.

"Kalau untuk penghitungan di TPS harus dimulai dari surat suara untuk Presiden baru kemudian DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten. Jadi nanti tidak boleh didahulukan untuk dilakukan penghitungan surat suara DPRD Kabupaten. Harus berurutan dan ini prosedurnya,"ujar Lisbon.

Pada saat itu dengan dibantu oleh anggotanya Lisbon pun sempat menampakkan contoh surat suara mulai dari surat suara Presiden hingga DPRD Kabupaten. Pada saat contoh surat suara DPRD Kabupaten dibuka banyak komentar dari perwakilan partai yang sengaja diundang. Meski surat suaranya begitu besar namun mereka khawatir kalau dukungan menjadi tidak sah nantinya karena dinilai kolom untuk nama Caleg dianggap terlalu kecil. Mengenai hal ini Lisbon pun meminta agar para Caleg tidak perlu khawatir.

"Nanti alat coblos pakai alat dari KPU. Ada paku yang sudah disediakan. Jadi intinya kalau mau memilih pertama buka surat suaranya, lihat partainya, lihat nomor urut baru kemudian lihat namanya. Baru setelah selesai mencoblos harus diberi tanda, harus dicelupkan (beri tinta) bukan dioleskan. Di TPS tidak boleh untuk membawa ponsel karena pemilihan ini sifatnya rahasia," kata Lisbon.

Saat itu banyak contoh-contoh yang ditunjukkan setelah surat suara dicoblos oleh pemilih. Meski dalam satu partai dan dapil yang sama ada dua nama Caleg yang dicoblos disebut itu tetap sah hanya saja suaranya bukan untuk masing-masing nama Caleg yang dicoblos melainkan suara untuk partai.

Sementara itu Timo Menambahkan kalau untuk rekapitulasi tidak ada ditingkat PPS (Panitia Pemungutan Suara-tingkat Desa). Rekapitulasi hanya dilakukan di tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) pada 18 April hingga 27. Baru kemudian dilanjutkan pada 28 hingga 1 Mei ditingkat Kabupaten. Untuk ditingkat Provinsi dilakukan mulai tanggal 2 hingga 8 Mei dan untuk tingkat nasional rekapitulasi dilakukan pada tanggal 8 hingga 22 Mei.

(dra/tribun-medan.com)

Penulis: Indra Gunawan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved