Minimarket di Medan Sudah Terapkan Kantong Plastik Berbayar

Eris mengatakan masyarakat diharapkan ikut berpartisipasi menjaga kelestarian lingkungan termasuk mengurangi konsumsi kantong plastik.

Minimarket di Medan Sudah Terapkan Kantong Plastik Berbayar
TRIBUN MEDAN/NATALIN SINAGA
Konsumen Alfamidi, Betsheba menunjukkan kantong plastik belanjaannya di Alfamidi. Alfamidi akan berlakukan KPTG (Kebijakan Kantong Plastik Tidak Gratis). 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Sejumlah minimarket di Medan sudah menerapkan aturan kantong plastik berbayar, Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) memberlakukan kebijakan Kantong Plastik Tidak Gratis (KPTG) per hari ini, Jumat (1/3/2019).

"Program kantong plastik tidak gratis, sudah efektif per hari ini. Kebijakan ini merupakan salah satu cara Alfamart di bawah APRINDO (Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia), untuk mendukung program pemerintah dalam mengurangi sampah plastik dan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan," ujar Corporate Fair Alfamart, Eris.

Eris mengatakan masyarakat diharapkan ikut berpartisipasi menjaga kelestarian lingkungan termasuk mengurangi konsumsi kantong plastik dengan menggunakan tas belanja sendiri saat ingin berbelanja.

Sementara itu, dalam kesempatan yang berbeda, Branch Manager Alfamidi, Rudy Widodo mengatakan
untuk Alfamidi, saat ini belum, namun akan diberlakukan KPTG.

"Harapannya tentu untuk mengurangi sampah plastik dan limbah plastik, karena plastik sangat susah terurai. Maka sudah seharusnya kita sadar dan peduli dengan lingkungan, bijaklah menggunakan plastik, termasuk kantong plastik saat berbelanja. Bawalah kantong serba guna saat berbelanja," kata Rudy.

Di sisi lain, untuk Hypermart di Sun Plaza Medan, belum diberlakukan kebijakan Kantong Plastik Tidak Gratis (KPTG).

Dalam kesempatan yang berbeda, salah satu konsumen Alfamidi, Betsheba mengatakan perihal kantong plastik berbayar ini, ia sudah pernah mendengar informasi dari media sosial.

"Hanya saja sepertinya, hal ini sudah pernah dilakukan dulu di beberapa swalayan. Dulu setiap kali kita berbelanja ke mini market seperti Alfamidi, Alfamart akan dikenakan biaya untuk satu buah kantong plastik," ucap Betsheba.

Ia mengaku sering berbelanja ke mini market untuk membeli keperluan setiap minggunya.

"Kira- kira tiga atau empat kali dalam seminggu, biasanya saya belanja makanan dan minuman ringan, sabun, shampo, dan lain-lain. Saat berbelanja pastinya saya memerlukan kantungan plastik, untuk membawa barang- barang yang saya beli itu. Tapi kalau dekat rumah, saya jarang minta plastik, apalagi, bila produk yang saya beli bisa dipegang sendiri," ujarnya.

"Kantor plastik berbayar, bagi saya tentu sah-sah saja, untuk mengurangi pemanasan global dan pencemaran ekosistem. Selain itu juga untuk membudayakan masyarakat kita agar mau lebih menjaga lingkungan," kata Betsheba.

Menurutnya kebijakan ini juga untuk membantu untuk membudayakan masyarakat agar hidup hemat.

"Kedepannya saya akan memiliki tas belanja sendiri, jadi bisa menghemat penggunaan kantungan plastik dan untuk mengurangi pemanasan global dan pencemaran ekosistem tadi. Jadi penggunaan kantung plastik ini diperuntukkan bagi hal-hal tertentu saja," ucapnya.

(nat/Tribun-medan.com)

Penulis: Natalin Sinaga
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved