PT Aquafarm Nusantara Berkunjung ke Kantor Tribun Medan: Kami Perusahaan White Fish Terbesar

Proteinnya tinggi dan juga sangat rendah kolesterol dan sehat untuk badan manusia.

PT Aquafarm Nusantara Berkunjung ke Kantor Tribun Medan: Kami Perusahaan White Fish Terbesar
TRIBUN MEDAN/AZIS HUSEIN HASIBUAN
Pemberian cendera mata oleh Presiden Komisaris PT Aquafarm Nusantara Sammy Hamzah (kanan) kepada Pemimpin Redaksi Harian Tribun Medan Syarif Dayan (dua dari kanan) dan Pimpinan Perusahaan Setiawan, Jumat (1/3/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Bergerak di bidang pengembangan dan ekspor ikan tilapia atau di Indonesia lebih dikenal dengan ikan nila (Oreochromis niloticus), PT Aquafarm Nusantara (Aquafarm) hadir di Indonesia sejak 1988.

Perusahaan asal Swiss ini memulai kegiatan pembenihan ikan (hatchery) di Klaten dan Sleman. Sedangkan untuk proses pembesaran ikan dilakukan di Waduk Gajahmungkur Wonogiri, Waduk Wadaslintang Wonosobo, dan Waduk Kedung Ombo. Untuk kegiatan pengolahan ikan dilakukan di Semarang.

Pada 1998, PT Aquafarm Nusantara melebarkan sayap usahanya ke Sumatera Utara, dengan memilih Danau Toba sebagai pusat kegiatan pembesaran ikan yang dilakukan di lima lokasi terpisah di tiga kabupaten (Kabupaten Simalungun, Kabupaten Samosir, dan Kabupaten Toba Samosir).

“Produk ikan tawar yang sekarang semakin diminati, khususnya di Eropa dan Amerika karena ikan nila ini pelan-pelan menggantikan salmon. Proteinnya tinggi dan juga sangat rendah kolesterol dan sehat untuk badan manusia,” kata Presiden Komisaris PT Aquafarm Nusantara Sammy Hamzah saat berkunjung ke Redaksi Harian Tribun Medan, Jumat (1/3/2019).

Dari hasil analisa di Indonesa, imbuh Sammy, konsum ikan bagi penduduk mencapai 50 kilogram per tahun, sedangkan produksi ikan mencapai 1,5 ton per tahun. Oleh karena itu, PT Aquafarm Nusantara merasa perlu meningkatkan produksi untuk mencukupi permintaan ikan di Indonesia.

Sammy yang baru awal Februari 2019 menjabat sebagai Presiden Komisaris, ternyata PT Aquafarm belum terlalu eksis meski usianya sudah mencapai 31 tahun.

“Saya juga baru ditunjuk sebagai Preskom tiga pekan belakangan dan saya enggak tahu PT Aquafarm Nusantara tidak dikenal,” ujarnya.

Dari sejarah PT Aquafarm Nusantara berasal dari Regal Springs Group didirikan pada tahun 1988 di Jawa Tengah oleh warga negara dahulunya pertama Swiss dari keluarga Zurich.

Perusahaan ini kemudian dijual karena keluarga Zurich mempunyai banyak bisnis lainnya ke beberapa negara pada tahun 2016 silam.

“Kantor pusatnya ada di Swiss dan sekarang dalam proses pindah ke Singapura karena melihat bahwa pasar dan potensi Asia secara kesuruhan sangat besar sekali,” jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Azis Husein Hasibuan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved